Tindakan Saling Serang AS-Iran Menurut Hukum dan Kebijakan

200

Baca juga: Berikut Susunan Pengurus Kagama Cabang Kota Surakarta Periode 2020-2025

Sementara banyak pemberitaan di media yang mengatakan Soleimani orang jahat, seorang teroris dan sering melakukan serangan.

Orang-orang masih mendebat legal atau tidaknya tindakan AS.

Sedangkan ditilik dari sisi kebijakan, bijak atau tidaknya juga masih perlu ditelusuri lebih dalam.

Namun, Yunizar memiliki berbagai argumen.

Baca juga: KGPH Dipokusumo Terpilih sebagai Ketua Kagama Cabang Kota Surakarta Periode 2020-2025

“Karena ini merupakan political assassination terhadap seorang pemimpin. Kalaupun serangan tersebut legal, belum tentu secara politik dinilai masuk akal,” jelas Yunizar.

Pembunuhan Soleimani, kata Yunizar, merupakan pembunuhan yang high profile, serta bisa menciptakan eskalasi kekerasan dan krisis yang semakin besar antara AS dan Iran. Sekalipun keduanya tidak menginginkan perang.

“Akan ada berbagai pertimbangan yang terjadi di sana, seperti pertimbangan menyelamatkan ‘muka’, pertimbangan survival domestic, takut dipermalukan kemudian dianggap pecundang dan lain-lain,” jelasnya.

Menurut Yunizar, secara kebijakan, ini merupakan serangan yang gegabah, karena dapat menimbulkan krisis dan eskalasi yang tidak perlu. (Kinanthi)

Baca juga: Kata Pakar UGM Tentang Kemungkinan Terjadinya Perang Dunia III