Jumat, 24 Mei 2024 | 05:23 WIB

Petualangan 12 Tahun yang Membuat Wulan Hardjosoediro Memilih Pulang

Baca juga: Indonesia Perlu Rombak Birokrasi yang Cocok untuk Kaum Milenial

Wulan mencontohkan ada balsem serai produksi Akuna yang sudah menjadi budaya di masyarakat Makassar.

Selain itu, kata dia, ada pula balsem fennel (adas: rempah dengan kandungan minyak atsiri) dan krim untuk memacu produksi ASI pada payudara yang berbasiskan minyak telon.

Wulan menegaskan bahwa Akuna menitikberatkan pada modernisasi produk dengan landasan resep tradisional.

Langkah itu dilakukan Wulan dan tim agar produk Akuna yang berbasiskan herbal-dalam hal ini jamu-ramah bagi generasi milenial.

Terutama ditinjau dari segi tekstur dan aroma.

Dukungan Keluarga

Keputusan Wulan untuk fokus ke bisnis produk perawatan bersama Akuna mungkin saja tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan.

Dalam hal ini, keluarga amat mendukung langkah Wulan membesarkan dan melanjutkan warisan turun menurun dari generasi pendahulu.

Tidak hanya dari keluarganya sendiri, tetapi juga dari keluarga sang suami, Amri Kusumawardana Sumodiningrat, yang kental dengan nuansa budaya.

“Kebetulan suami Saya cucu dari Pakubuwono X, antara keturunan keenam atau ketujuh. Jadi ya seperti tumbu entuk tutup (peribahasa Jawa yang menyatakan klop atau serasi). Saya mendapatkan keluarga besar yang juga erat hubungannya dengan budaya, jadi saling melengkapi,” terang Wulan.

Menikah dengan Amri berarti Wulan memiliki Ayah mertua Guru Besar FEB UGM, Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat M.Ec. Secara kebetulan, Prof. Gunawan juga sangat tertarik produk-produk tradisional.

“Ayah mertua Saya penggemar berat balsem kemiri Saya. Beliau bawa satu balsem kemiri untuk rambut, untuk kulit pecah-pecah, dan lain-lain. Sebenarnya ini (Akuna) juga ide beliau,” kata Wulan.

Wulan mengatakan bahwa selama menggunakan balsem kemiri, Prof. Gunawan senang dengan khasiatnya.

Hanya saja, efek yang ditimbulkan berlangsung singkat karena rambut tidak berapa lama kembali berantakan.

Karena itu, sosok yang menjabat sebagai Komisi II Dewan Guru Besar UGM itu meminta Wulan membikin balsem kemiri yang punya ketahanan efek lebih lama.

“Pak Gunawan mendorong, Bu Gunawan mendorong, mama Saya mendorong, almarhum bapak Saya juga demikian,” kata Wulan.

“Anak Saya, tiga-tiganya, juga alergi apa-apa (produk perawatan), bahkan herbal pun mereka juga tidak semuanya bisa, seperti minyak cengkeh. Hal itu juga menjadi salah satu alasan Saya untuk terus membuat produk, setidaknya untuk kami sendiri,” jelas putri dari almarhum Dr. Bambang Rahayu Trisno Pujiastomo (dosen Faperta UGM) ini.

Selain dari orang tua dan anak-anaknya, sosok yang meguatkan Wulan untuk terus fokus bersama akuna adalah sang adik, Nugrahayu Dina Fitri.

Sulung dua bersaudara ini mengaku senang membuat desain produk.

Namun, kalau tidak direm oleh sang adik, bisa-bisa Wulan menghasilkan produk baru tiap hari yang mana hal itu merupakan pemborosan.

“Kami saling melengkapi. Tanpa dia, Saya tidak akan cukup kuat dalam menjalankan bisnis ini, begitu pun sebaliknya,” ucap Wulan tentang Dina, yang merupakan lulusan Teknik Sipil UGM.

“Adik Saya sangat disiplin terutama soal keuangan, pengelolaan uang di perusahaan. Kalau Saya tidak bisa, Saya lebih condong ke research and development, bikin ini bikin itu. Sesuai dengan ilmu Saya, Saya juga senang bikin kemasan,” terang Wulan.

Baca juga: Belajar Good Governance dari Walikota Solok Zul Elfian

Wulan berucap, saking senangnya dia membikin desain kemasan, bisa jadi produknya ganti kemasan tiap dua minggu sekali.

Namun, itu tidak terjadi karena ada Dina yang mengingatkan dia.

“Oke kita akan menggunakan kemasan ini sampai lima tahun. Jadi, kami harus memikirkan dengan serius karena Dina tidak akan memberi dana untuk buat kemasan lagi,” jelas Wulan.

Hingga saat ini, Akuna memiliki 84 varian produk yang dibuat berdasarkan pesanan (artisan) dan memang tidak dirancang untuk industri.

Akuna memang membikin produk perawatan tubuh, tetapi inti usaha adalah empeworing (pemberdayaan masyarakat).

Salah satu pemberdayaan masyarakat yang berhasil dilakukan Wulan dan tim terdapat di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Akuna telah memperoleh penghargaan sebagai 15 Kosmetik Start-up Terbaik di Indonesia dari Kementerian Perindustrian (2019).

Sebelumnya, Akuna juga menjadi 30 produk terbaik dalam Tokopedia Makerfestival (2018). (Tsalis)

Baca juga: Awas! Jangan Saksikan Gerhana Matahari Cincin Secara Langsung


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA