UGM STP Bersiap Akselerasi Inovasi lewat PRIME SteP Project

61
Universitas Gadjah Mada Science Techno Park (UGM STP) bersiap mengakselerasi inovasi berbasis kampus. Foto: Humas UGM
Universitas Gadjah Mada Science Techno Park (UGM STP) bersiap mengakselerasi inovasi berbasis kampus. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Universitas Gadjah Mada Science Techno Park (UGM STP) bersiap mengakselerasi inovasi berbasis kampus melalui optimasi fungsi intermediasi dan promosi kegiatan riset industri yang melibatkan lintas dan multi disiplin.

UGM STP berbenah diri untuk melaju dengan dukungan proyek PRIME SteP (Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Techno Park) sebagai implementasi Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024.

Satu agenda strategis yang dicanangkan adalah membuka ruang kolaborasi inovasi dengan mitra industri potensial mengoptimasi kapasitas Center of Excellence (CoE) di bidang Kesehatan dan Farmasi; Agro, Energi Baru dan Terbarukan; Manufaktur dan Rekayasa Digital; serta Sosio Humaniora dan Sustainability Management.

“UGM ingin mendorong tumbuh kembang inovasi berbasis riset kampus yang harapannya bisa sepenuhnya nyambung dengan kebutuhan industri dan masyarakat secara luas,” tutur Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi (PUI), Dr. Hargo Utomo, Jumat (8/7/2022).

Baca juga: Menakar Pemekaran Wilayah sebagai Resolusi Konflik

Hargo menyampaikan bahwa UGM STP berkomitmen melaksanakan agenda penghiliran inovasi yang sejalan dengan fokus pengembangan dan prioritas nasional.

Saat ini pihaknya bersama dengan Direktorat Penelitian UGM mengawal proses inkubasi dan akselerasi untuk sejumlah produk inovasi yang bersumber dari fakultas atau sekolah antara lain FKKMK, Teknik, Sekolah Vokasi, MIPA, dan Farmasi agar inovasi yang dihasilkan bisa segera mencapai tingkat kesiapan untuk diadopsi masyarakat.

“Khusus di bidang alat kesehatan dan farmasi, UGM STP membuka ruang kolaborasi dengan asosiasi industri untuk memperkuat kapasitas diri dalam mengakselerasi penghiliran inovasi.”

“Utamanya akselerasi industri alkes dan produk farmasi yang bertumpu dari hasil-hasil riset perguruan tinggi dan mitra industri,” jelasnya.

Baca juga: Fahmi Lolos Lima Besar Muscle Car Indonesia Electric Car Design Contest

Lebih dari itu, pemerintah Indonesia telah memiliki roadmap pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan sebagai implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan (Alkes).

Namun setelah enam tahun terbitnya Inpres tersebut belum mampu mendorong pengembangan industri farmasi dan Alkes secara optimal.