Rokok Bukan Penyebab Terbesar Ibu Kehilangan Anaknya Saat Melahirkan

484
Merokok menjadi satu dari sekian penyebab kelahiran anak berujung kematian. Foto: Okezone Lifestyle
Merokok menjadi satu dari sekian penyebab kelahiran anak berujung kematian. Foto: Okezone Lifestyle

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pemerintah memperlihatkan siasat yang amat gencar agar masyarakat mengurangi konsumsi rokok.

Mulanya, iklan rokok masih boleh memperlihatkan adegan merokok pada tahun 70-90-an.

Namun, memasuki milenium baru, yakni tahun 2000, wujud fisik rokok tak boleh muncul lagi.

Bahkan, iklan-iklan rokok di televisi kini juga harus tayang tengah malam demi tidak disaksikan anak kecil.

Tak cuma itu, beberapa tempat umum juga dimasukkan dalam kategori kawasan bebas rokok.

Berbagai pembatasan tersebut timbul lantaran asap tembakau linting ini dianggap memiliki dampak negatif pada kesehatan manusia.

Tidak terkecuali ibu hamil yang harap-harap cemas menanti kelahiran sang jabang bayi.

Baca juga: 6 Rekomendasi Kagama Sumut untuk Wujudkan Sumatera Utara yang Smart Province

Ibu hamil yang terkena paparan asap rokok disebut-sebut memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kematian bayi.

Dugaan itu dinyatakan oleh Magdalena Paunno, Ova Emillia, dan Abdul Wahab.

Magdalena dan temannya meyakini hal itu setelah salah seorang pakar menyebut unsur nikotin dalam rokok terbukti merusak diding pembuluh darah.

Karena rusak, pumbuluh akan mengalami penyumbatan lantaran semakin mudahnya darah menggumpal.

Fenomena itu pun terjadi di pembuluh darah pada bagian tali pusar dan di plasenta.

Padahal, kelangsungan hidup bayi di dalam kandungan amat tergantung pada kesehatan ibu, plasenta dan kondisi janin.

Magdalena dan dua temannya pun akhirnya tergerak untuk mencari tahu hubungan rokok dengan bayi yang meninggal dunia ketika lahir.

Baca juga: Bagaimana Mengatasi Kecemasan Soal Uang?