Senin, 27 Mei 2024 | 20:30 WIB

Kelompok Tani di Kulonprogo Perlu Saling Bertukar Wawasan untuk Hasilkan Inovasi

Baca juga: Pemanfaatan Teknologi Kunci Penting Regenerasi Petani

Orang-orang yang tergabung dalam kelompok tani ini rata-rata sudah sejak lama bergerak di bidang pertanian.

Sedangkan kelompok tani terbuka, karena akses informasinya sangat luas, kelompok ini memiliki banyak inovasi.

Kebetulan orang-orang yang tergabung dalam kelompok tani ini berpendidikan tinggi, sehingga punya kenginan besar untuk berinovasi.

Walaupun demikian, efektivitas dari cara yang dilakukan masih rendah.

“Sebab kelompok yang terbuka ini tidak memiliki pakem yang jelas. Jadi masing-masing orang menerapkan inovasi sesuai kehendaknya sendiri. Berbeda dengan kelompok terpusat, mereka lebih teratur dalam mengimplementasikan inovasi yang ditemukan,” tandas Alia.

Alia menjelaskan, dalam teori jaringan komunikasi menyebutkan bahwa kekuatan dari hubungan yang lemah itu ternyata bisa memberi kesempatan mereka untuk keluar.

Para petani bisa berkembang jika memiliki jaringan dan wawasan yang luas.

Baca juga: 38 Mahasiswa Asing Belajar Pertanian di UGM

Dosen yang menyelesaikan pendidikan doktornya di University of Tokyo itu menyarankan agar ketua kelompok tani terpusat tidak hanya berpikir dalam lingkup lokal saja, tetapi juga harus memiliki wawasan yang luas.

Serupa dengan kelompok tani terpusat, kelompok tani terbuka jangan terlalu kosmopolit, karena juga tidak akan berkembang ke depannya.

“Perlu ada institusi lain yang kemudian mempertemukan ketua-ketua kelompok tani ini. Supaya kemudian mereka saling berbagi pengalaman. Intinya keduanya harus paham bahwa manajemen dan inovasi itu sama-sama diperlukan dan harus seimbang. Kelompok terpusat bisa belajar inovasi dari kelompok terbuka. Sementara kelompok terbuka bisa belajar manajemen dari kelompok terpusat,” jelasnya.

Dirinya mengimbau agar perbedaan kedua kelompok tani ini jangan dianggap sebagai kelemahan.

Sesungguhnya itu bisa menjadi kelebihan yang nantinya memberi manfaat bagi terpenuhinya kebutuhan kelompok tani. (Kinanthi)

Baca juga: Fakultas Kehutanan UGM Bangun Gedung Integrated Forest Farming Learning Center


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA