Perpaduan Musik Klasik-Kontemporer Bakal Meriahkan “Arok-Dedes” di Malam Puncak Dies UGM ke-68

392
Gelembung Harmoni. (Foto: Dok. Tiko)
Gelembung Harmoni. (Foto: Dok. Tiko)

BULAKSUMUR, KAGAMA.CO,  — Malam puncak Dies Natalis UGM ke-68 akan digelar pada Jumat (22/12) dengan pementasan ketoprak lakon “Arok-Dedes”. Lakon ini diambil dari Serat Pararaton, karya klasik Jawa yang bercerita tentang perjalanan hidup Ken Arok yang penuh dengan intrik politik demi kekuasaan dan berujung pada pertumpahan darah.

Bertempat di Gedung PKKH UGM, pementasan akan melibatkan banyak pihak. Para petinggi universitas seperti rektor, dekan, karyawan dan mahasiswa juga terlibat dalam pementasan ini.

Selain berkolaborasi dengan Reog Jawa Timuran, karawitan Gelembung Harmoni juga turut mengiringi jalannya pementasan. Komunitas ini beranggotakan para mahasiswa dan alumni, khususnya yang berasal dari Fakultas Ilmu Budaya.

Suasana latihan di Studio Karawitan Gedung Margono lantai 4 FIB UGM.(Foto: Dok. TH)
Suasana latihan di Studio Karawitan Gedung Margono lantai 4 FIB UGM.(Foto: Dok. TH)

Pelatih Gelembung Harmoni, Bayu Purnama, S.Sn., M.Sn., menyampaikan bahwa bentuk iringan musik dalam pementasan nantinya memadukan nuansa-nuansa klasik dan kontemporer.

“Karena bagi saya mahasiswa UGM itu berasal dari berbagai latarbelakang, berbagai daerah, ada juga yang dari luar negeri. Maka iringan musiknya saya ambilkan idiom-idiom Jawa Timur, Bali, di bagian tertentu ada unsur jazz, hiphop, ataupun idiom samba untuk membangun suasana pertunjukan dan menjiwai karakter tokoh. Tetapi tetap syairnya Jawa,” kata Bayu kepada KAGAMA, belum lama ini.