Setiap Hari Adalah Hadiah Berharga

17
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D., melihat Program-program internasionalisasi dan multidisipliner menjadi fokus kepengurusannya. Foto : Maulana/KAGAMA
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D., melihat Program-program internasionalisasi dan multidisipliner menjadi fokus kepengurusannya. Foto : Maulana/KAGAMA

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – “Yang paling saya ingat, saya pernah diremehkan,” ucap dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D.

Gandes yang kini menjadi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, mengisahkan peristiwa tidak mengenakkan itu ia alami semasa koas.

Saat itu ia akan membantu prosesi melahirkan, tapi ada seorang senior yang meremehkannya hanya karena tubuh Gandes yang kecil.

“Kamu kecil bisa po?” ucap Gandes menirukan seniornya.

Diremehkan di depan pasien tentu membuat Gandes malu, tapi ia rupanya tak gentar.

Dengan tenang, Gandes menatap mata sang pasien kemudian berkata, “Ibu, saya akan menolong ibu. Ibu manut saya ya.”

Ibu tersebut mengangguk dan prosesi melahirkan pun berhasil dilakukan.

Barangkali apa yang membuatnya tegar ialah prinsip hidupnya.

Bagi Gandes setiap hari ialah sebuah hadiah.

“Jadi dari waktu ke waktu adalah precious gift.”

“Harus berani berhenti berpikir untuk diri sendiri, tapi berpikir apa yang bisa saya bagi dari hari ke hari, karena saya sudah diberi hadiah,” jelas penggemar Paulo Coelho ini.

Prinsip itu ia peroleh dari kedua orang tuanya.

Sejak kecil Gandes melihat kedua orang tuanya mendedikasikan banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk orang lain.

Hal itu menanamkan sikap pada Gandes dan saudara-saudaranya, untuk selalu bisa berguna bagi orang lain baik dalam skala besar ataupun kecil.

Sebagai wakil dekan, Gandes punya seabrek tugas dan pekerjaan.

Salah satunya untuk menjawab tantangan di dunia kedokteran saat ini, seperti berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu ia juga melihat ke depan bisa muncul banyak permasalahan kesehatan yang lebih kompleks.

“Tantangannya menyiapkan lulusan kita supaya gak bosan belajar, tangguh beradaptasi dan berani berubah.”

“Tentu saja karena berhubungan dengan pasien, di saat yang sama sikap empati, memanusiakan orang lain, kemampuan kerja sama dan networking juga menjadi hal yang harus dikuatkan,” tuturnya.

Program-program internasionalisasi dan multidisipliner menjadi fokus kepengurusannya.

Misalnya mengarahkan program summer winter course di FKKMK UGM ke arah pendekatan multidisiplin.

Ia mencontohkan, misalnya mahasiswa yang ingin meneliti kanker, tak bisa hanya ke arah diagnosa saja tapi juga harus ke ranah lain seperti kebijakan dan sebagainya.

Kepengurusan Gandes juga mendorong agar prodi di FKKMK UGM dari S1 hingga S3 tidak berpuas diri dengan akreditasi nasional.

Harapannya ke depan semakin banyak prodi yang mendapatkan akreditasi internasional. (Fajrin)