Refleksi Gubernur BI Perry Warjiyo atas Ramadan di Tengah Pandemi

35
Gubernur BI alumnus FEB UGM, Perry Warjiyo, mengungkapkan isi kontemplasinya terhadap Ramadan di saat pandemi corona masih berlangsung. Foto: Ist
Gubernur BI alumnus FEB UGM, Perry Warjiyo, mengungkapkan isi kontemplasinya terhadap Ramadan di saat pandemi corona masih berlangsung. Foto: Ist

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – KAFEGAMA (Keluarga Alumni FEB) UGM menggelar Kajian Online Ramadan belum lama ini.

Tema yang diangkat oleh KAFEGAMA adalah Puasa, Pengendalian Diri dan Lailatul Qadr.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjadi salah satu narasumber.

Perry memandang, Ramadan adalah hadiah dan bentuk kecintaan Allah kepada umat manusia masa kini.

Menurutnya, jika manusia bisa memanfaatkan Ramadan dengan beribadah dengan baik, nilainya bisa mendekati 1000 bulan.

Baca juga: Tetap Bahagia Merayakan ‘New Lebaran’ di Masa Pandemi Covid-19

Bahkan, ujar Perry, juga bisa mendekati umat terdahulu yang diberikan umur sampai 1000 tahun.

Sementara itu, menurut Perry, usia manusia saat ini tak ada sepersepuluh dari umur umat terdahulu.

“Kalau kita paling usianya 72-78 tahun, syukur bisa 80,” tutur Perry.

“Saking sayangnya kepada kita, Allah membuat bagaimana kita yang beribadah selama 78 tahun, tetapi kualitasnya sama dengan orang-orang terdahulu yang diberi usia 1000 tahun.”

“Itu makna kemuliaan cinta Allah kepada kita,” jelas Ketua KAFEGAMA ini.

Baca juga: Rita Menginisiasi Lahirnya Kolaborasi Komunitas Seni di KAGAMA