Prospek Kerja Luas, Begini Pengalaman Karier dr. Anna Nasriawati sebagai Dokter Okupasi

86
Di Indonesia, jumlah dokter okupasi baru 200 orang. Padahal jumlah rumah sakit di Indonesia jumlahnya sampai ribuan. Foto: Ist
Di Indonesia, jumlah dokter okupasi baru 200 orang. Padahal jumlah rumah sakit di Indonesia jumlahnya sampai ribuan. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Memiliki prospek kerja yang luas, dr. Anna Nasriawati, menaruh masa depannya di bidang kedokteran okupasi.

Dokter yang lulus dari Fakultas Kedokteran UGM pada 2004 itu menuturkan, sebagian orang masih belum memahami bidang pekerjaan ini.

Kedokteran okupasi, kata Anna, merupakan kedokteran klinis yang berfokus pada identifikasi dan pengelolaan risiko kesehatan yang mungkin dihadapi seseorang di tempat kerjanya.

Profesi ini berkaitan langsung dengan manajerial dan kegiatan di lapangan.

“Selama bekerja sebagai dokter okupasi, saya pernah terlibat dalam kegiatan walk through survey di site proyeksi konstruksi BUMN. Di sana saya melakukan asesmen risiko untuk setiap pekerjaan dalam proyek tersebut.”

Baca juga: Image Petani Harus Diubah Untuk Dorong Regenerasi Petani

Kemudian di masa pandemi, Anna melakukan pengelolaan in house clinic perusahaan terkait pengendalian covid-19 di tempat kerja.

Pengalaman Anna dia sampaikan dalam acara diskusi Alumni Berbagi, bertajuk Memilih Karier Dokter Militer, PPDS Kedokteran Okupasi, dan Ilmu Kedokteran Fisik Rehabilitasi, yang digelar beberapa waktu lalu oleh unit Alumni FK-KMK UGM.

Lebih lanjut Anna menjelaskan, dokter okupasi berfokus pada pencegahan, evaluasi, diagnosis, pengobatan, dan rehabilitasi masalah kesehatan yang mungkin dialami di tempat kerja.

Dokter okupasi pada umumnya bekerja di HSE Perusahaan, klinik perusahaan, BUMN, rumah sakit, occupational health clinic, konsultan, dan masih banyak lagi.

Tidak ragu lagi, setelah yakin dengan passionnya itu, perempuan asal Karawang, Jawa Barat ini menempuh program studi Magister Kedokteran Kerja (MKK), Universitas Indonesia.

Baca juga: Saya Dapat Hikmah Mengenali Bau Virus Corona