HAMBATAN yang dialami dalam hidup manusia merupakan pelengkap yang membuat manusia semakin kuat dan tabah. “Yang terpenting, jangan lupa  selalu berdoa dan mendoakan orang lain serta selalu bersedekah secara rutin. Ingatlah Allah Maha Adil lagi Mendengar,” kata Muhammad Rizki (23), peraih Mahasiswa Berprestasi Fakultas Hukum UGM 2015 asal Padang, Sumatera Barat.

Si bungsu dari tiga bersaudara kelahiran Padang, 9 Agustus 1993 ini merampungkan studinya selama 4,5 tahun dengan predikat cumlaude. Pepi, demikian sapaan akrabnya, mengaku bersyukur dapat menempuh studi di SMP hingga perguruan tinggi terbaik. “Yang terpenting, menularkan apa yang telah kita dapatkan kepada orang lain merupakan puncak dari kebahagiaan hakiki seseorang,” ungkapnya usai mengikuti wisuda, Kamis (16/2/2017) di Balairung Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta.

Pengagum Muhammad Hatta ini mempunyai beberapa tips yang dapat membuatnya hingga seperti sekarang ini. Antara lain, Pepi selalu menuliskan resolusi yang ingin dicapai di setiap tahunnya, serta rajin melakukan evaluasi. Bagi Pepi, bertukar pikiran dengan rekan-rekan seniornya juga penting.

“Hargai juga proses, apa pun hasilnya. Hasil adalah bonus atas kerja keras kita,” papar peraih beasiswa The Fund for American Studies pada summer school Asia Institute Political and Economy Programme, University of Hong Kong ini.

Paman Rizki, Drs Erfahmi, M Sn (61) yang menjadi dosen di Universitas Negeri Padang menilai keponakannya sebagai anak yang ulet, pantang menyerah, dan selalu berusaha keras dalam mendapatkan apa yang menjadi keinginannya. Pilihan Rizki yang pada 2012 juga diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, karena  UGM lebih bagus dan memiliki reputasi internasional.

Sementara itu, Fatimah, S Kem (61), ibu Rizki, mengungkap kehidupan anak bungsunya itu yang sudah ditinggalkan ayahnya, Chairul yang meninggal saat Rizki berusia sembilan tahun. Sejak duduk di SMA Negeri 1 Padang, minat Rizki pada kegiatan tingkat internasional sudah terlihat. Antara lain, Rizki ikut tes pertukaran siswa di Amerika Serikat selama satu tahun. Lulus SMA, Rizki pun berminat masuk FH UGM dengan menekuni ilmu hukum internasional.

“Sebagai ibunya, saya hanya bisa berharap, Rizki sehat, dapat mencapai cita-citanya, dan rajin beribadah. Di usianya yang sekarang ini Rizki masih suka diingatkan,” ucapnya. [Taufiq Hakim/Wempi Gunarto]