Cerita Kepala Perancangan Undang-Undang Alumnus UGM Siapkan Dokumen RUU Omnibus Law

512
Samsul merasa beruntung menempuh studi di Kampus Kerakyatan. Nilai-nilai keberagaman yang dia pelajari ternyata bisa menjadi bekal untuk kariernya di bidang pemerintahan. Foto: DPR RI
Samsul merasa beruntung menempuh studi di Kampus Kerakyatan. Nilai-nilai keberagaman yang dia pelajari ternyata bisa menjadi bekal untuk kariernya di bidang pemerintahan. Foto: DPR RI

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Menempuh studi di Jogja, meninggalkan kesan dan pengalaman berharga bagi sebagian orang, tak terkecuali Kepala Pusat Perancangan Undang-Undang Badan Keahlian DPR RI, Dr. Inosentius Samsul, S.H, M.Hum.

Terlebih lagi dia berasal dari Flores yang sangat homogen.

Samsul yang menempuh studi S1 Ilmu Hukum UGM angkatan 1984 itu, mendapatkan pelajaran berharga soal nilai-nilai keberagaman.

”Karena kemampuan kita untuk mengakui nilai-nilai keberagaman itu penting, baik dalam kehidupan sosial maupun apa yang dikembangkan oleh Rektor UGM sekaligus dosen Saya, Prof. Koesnadi Hardjasoemantri waktu itu,” ujarnya kepada Kagama belum lama ini.

Studi interdisipliner, kata Samsul menjadi penting, sebagaimana yang pernah dia dengar dari Pak Koes, artinya tidak hanya belajar dari satu bidang ilmu saja.

Baca juga: KAGAMA Kaltim Gelar Rakerda 2020 Sambil Susuri Sungai Mahakam

“Kita diimbau tidak hanya bergaul dengan orang-orang dari Ilmu Hukum, tetapi juga dengan orang-orang dari bidang lain.”

“Pelajaran itu Saya rasakan saat ini ketika sedang membuat UU, karena dalam prosesnya kita harus memiliki gambaran terhadap banyak ilmu,” jelas Samsul.

Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia ini merasa punya bekal yang cukup ketika menghadapi banyak orang dari berbagai latar belakang ilmu untuk melahirkan sebuah dokumen kebijakan.

Jogja secara umum dan UGM secara khusus telah mempertemukan dia dengan banyak orang dari berbagai latar belakang suku dan agama.

“Pengalaman itu tidak hanya sebagai bekal untuk penyesuaian diri dengan sesama orang Indonesia, tetapi juga sampai pada level pergaulan global.”

Baca juga: Dubes Wahid: Jumlah Kunjungan Wisatawan Rusia ke Indonesia Mencapai Angka Tertinggi