Cerita dari Anak-anak yang Menghadapi Pandemi Covid-19

86
Garda, seorang bocah berusia 7 tahun bilang, untuk para tenaga medis semangat terus ya. Semoga Covid-19 cepat berlalu. Foto: Ist
Garda, seorang bocah berusia 7 tahun bilang, untuk para tenaga medis semangat terus ya. Semoga Covid-19 cepat berlalu. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULASUMUR – Menerima perubahan situasi pasca mewabahnya Covid-19 bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Kesulitan hampir dirasakan semua orang.

Setiap generasi memiliki tantangannya masing-masih dalam menghadapi situasi pandemi.

Tak terkecuali anak-anak. sebagai generasi yang unik, tentu mereka memiliki perspektif menarik terhadap kondisi sekarang.

Tiga orang anak yang duduk di bangku SD, yakni Sae, Wedha, dan Garda, membabar pengalamannya belajar di rumah selama pandemi.

Mereka menyampaikannya dalam seminar online bertajuk Pandemi Covid-19 Dari Kacamata Anak, yang digelar oleh Early Childhood Care and Development-Resource Center Yogyakarta (ECCD-RC) pada Selasa (28/7/2020).

Dosen Fakultas Psikologi UGM, Elga Andriani, Ph.D. Foto: Ist
Dosen Fakultas Psikologi UGM, Elga Andriani, Ph.D. Foto: Ist

Baca juga: Tetap Bugar Selama Pandemi, Begini Tips Berolahraga di Dalam Rumah dari Pakar Kesehatan UGM

Ketiga anak yang rata-rata berusia 7 tahun itu, sudah memahami berbagai gejala yang dialami penderita Covid-19.

Meskipun belum memahami secara detail bagaimana proses penularan Covid-19 dan seberapa masif penularan penyakit ini, Sae yang sekolah di SD Rumah Citta, Yogyakarta, percaya dan tetap menaati anjuran tenaga medis dan pemerintah untuk berhati-hati dengan menaati protokol kesehatan.

“Supaya tidak tertular kita harus pakai masker. Kalau tidak ada keperluan mendesak tidak usah keluar rumah. Kemudian jangan lupa makan yang banyak, olahraga, dan berjemur,” ucapnya.

Sae nampak tenang menghadapi situasi. Namun, ada anak-anak lain yang merasa takut dan tertekan setelah mendengar bahaya Covid-19 lewat berita di televisi.

Hal ini diutarakan langsung oleh Garda, siswa SD Rumah Citta yang di awal sempat takut hingga menangis. Orang tuanya tentu berusaha menenangkan.

Baca juga: Erwan Sugiatno Meninggal Dunia, Dekan Kesebelas FKG UGM Ini Tinggalkan 3 Catatan Penting