Berawal dari Gubuk Kecil di Kantin Fapet UGM, Bisnis Es Krim Mirza Kini Sudah Menggandeng 50 Restoran

132
Jika kita memiliki banyak alasan, maka lupakan sukses. Jika ingin sukses, lupakan alasan. Prinsip tersebut selalu Mirza pegang hingga hari ini. Foto: Tempo
Jika kita memiliki banyak alasan, maka lupakan sukses. Jika ingin sukses, lupakan alasan. Prinsip tersebut selalu Mirza pegang hingga hari ini. Foto: Tempo

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Tak terasa 12 tahun sudah owner Yogya Ice Cream Factory, Mirza Akbar, S.Pt menjalankan usaha kulinernya.

Bisnis tersebut sudah dia tekuni sejak masih duduk di bangku kuliah.

Mirza memulai bisnisnya dengan mendirikan gubuk kecil untuk berjualan es krim di kantin Fakultas Peternakan UGM, tepatnya pada tahun 2008.

“Dari gubuk di kantin kecil itu, kini kami sudah bermitra dengan 50 restoran untuk penyediaan es krim. Bisnis kami jalankan mulai dari produksi bahan baku es krim hingga didistribusikan ke seluruh outletnya di Jogja,” ujarnya.

Sepak terjangnya berbisnis kuliner ini dia bagikan dalam acara seminar online OPERA 13, bertajuk Kiat Mempertahankan Eksistensi Bisnis pada Usaha Peternakan.

Baca juga: Dampak yang Terjadi Pada Masyarakat Akibat Perubahan Regulasi Penanganan Covid-19

Acara ini digelar pada Rabu (14/10/2020), oleh Fakultas Peternakan UGM dan Pusat Kajian Pengembangan Peternakan (PPKP).

Pahit dan manis mempertahankan bisnis sudah menjadi tantangan biasa bagi Mirza.

Dia menyarankan bagi para pengusaha untuk berbisnis dengan cara yang benar dan berada dalam koridornya. Dengan demikian bisnis menjadi amanah untuk dijalankan.

“Orang berbisnis sebaiknya jangan hanya fokus mengejar omzet saja. Sekitar tahun 2016, saya sempat mendapat teguran dari Allah, karena produk yang saya jual belum memiliki izin edar. Setelah itu, saya langsung ajukan dan diperolehlah izin edar tersebut.”

“Pernah juga saya berbuat salah terkait sumber modal untuk berbisnis yang menjerumuskan saya dalam perbuatan riba. Beberapa kali saya mengalami kejadian tak masuk akal, merasa gelisah dan tidak tenang.”

Baca juga: Cara yang Dipakai Rohidin Mersyah untuk Tingkatkan Harga Sawit Petani Bengkulu