Trah Sri Sultan HB II Minta Raja Charles III Kembalikan Artefak Keraton Yogyakarta Peristiwa Geger Sepehi 1812

442

Pengembalian Artefak Asli

Trah Sri Sultan HB II ingin dalam proses pengembalian 40 manuskrip karya Sri Sultan HB II itu terjadi secara unilateral antara pihak Trah Sri Sultan HB II dengan Kerajaan Inggris. Artefak, terutama 40 manuskrip karya Sri Sultan HB II, dikembalikan Kerajaan Inggris dalam bentuk aslinya dan bukan digital.

Artefak asli itu akan digunakan sebagai pemenuhan syarat untuk mengusulkan Sri Sultan HB II sebagai pahlawan nasional Trah Sri Sultan HB II siap menyediakan infrastruktur untuk menyimpan 40 manuskrip dan benda bersejarah milik Sri Sultan HB II jika dikembalikan oleh Inggris.

“Keluarga Trah Sri Sultan HB II sudah berkomunikasi dengan beberapa tokoh nasional sejarahwan akademisi dan lembaga pemerintah pada prinsipnya mendukung.”

“Saat sedang disiapkan rencana untuk meminta secara resmi kepada Kerajaan Inggris dan Pemerintah Inggris penggembalian aset aset manuskrip yang dirampas pada peristiwa Geger Sepehi di tahun 1812.”

Baca juga: Keraton Yogyakarta Capai Kemajuan Pesat di Era Sultan HB II

“Pada Juni 2023 nanti, Keluarga Trah Sri Sultan HB II akan memperingati Peristiwa Geger Sepehi Juni untukk mengingatkan bahwa telah terjadi peristiwa Geger Sepehi yang melukai perasaan dan martabat Keraton Yogyakarta.”

“Intinya, selain pengembalian artefak Sri Sultan HB II, Keluarga Trah Sri Sultan HB II ingin ada pernyataan permohonan maaf dari Kerajaan Inggris atas Peristiwa Geger Sepehi,” ungkap Fajar.

Dalam pengembalian barang-barang bersejarah, Indonesia bisa meniru langkah-langkah aktif yang dilakukan Turki sehingga sukses membawa pulang barang-barang tembikar dan manuskrip kuno.

Awalnya Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki menyelidiki laporan yang menyatakan karya-karya antik itu sempat terlihat di sebuah acara lelang di Inggris.

Baca juga: Kementerian Luar Negeri akan Fasilitasi Pengembalian Aset Milik Sri Sultan HB II dari Kerajaan Inggris

Setelah diidentifikasi sebagai manuskrip yang tercatat di Perpustakaan Manuskrip Yusuf Aga di provinsi Konya, Turki, penjualan manuskrip kuno itu dihentikan dan kembali ke Turki pada akhir tahun lalu.

Sepotong tembikar dari kota Iznik yang diproduksi dengan teknik keramik yang populer pada masa kejayaan Sultan Suleiman, juga baru saja kembali.

Selain itu,Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki juga menyebutkan ada 44 keping peninggalan yang dikembalikan ke Turki tahun lalu. Kini, tembikar dan manuskrip tersebut dipajang di Museum Peradaban Anatolia. Di antara barang-barang kuno itu ada juga Mahkota Emas dan Arca Kambing Gunung yang sudah berusia ribuan tahun. (*)