Kamis, 13 Juni 2024 | 14:08 WIB

KAGAMA Sulbar Siap Sinergis Penjabat Gubernur Prof Zudan Bangun SDM Sulbar

KAGAMA.CO, JAKARTA – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) yang baru, Prof. Zudan Arif Fukurullah berkesempatan menghadiri acara Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) yang diselenggarakan di Kawasan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Sabtu (13/5/2023).

Prof. Zudan Arif Fukurullah menggantikan Pj Gubernur Sulbar sebelumnya, Akmal Malik, yang masa jabatannya telah berakhir.

Dalam kesempatan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat Sulbar tersebut, Pj Gubernur Sulbar Prof. Zudan menyampaikan rasa terima kasih dan bangganya kepada masyarakat Sulbar khususnya KKMSB di Jabodetabek yang telah menyambutnya sebelum bertugas secara resmi di Sulbar.

“Terima kasih atas jamuan tokoh masyarakat Sulawesi Barat, Pimpinan DPRD Sulbar, pimpinan partai politik dan para pejabat yang telah menyambut kehadiran saya sebelum tiba di Sulbar,” kata Prof. Zudan, di sela-sela acara Halal Bihalal.

Baca juga: PSI Desak Pemerintah segera Ratifikasi Konvensi ILO 190 untuk Lindungi Pekerja Perempuan

Prof Zudan berharap, kedepan dirinya dan semua masyarakat serta tokoh di Sulbar, terutama KKMSB bisa bersinergis dengan pihaknya dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

‘Mudah-mudahan bisa bersinergis. bukan hal baru bagi kami melaksanakan tugas di daerah, pernah melaksanakan tugas di Provinsi Gorontalo, sejak awal di Mendagri sudah sering komunikasi ke jejaring masyarakat di Sulbar,” papar Prof Zudan.

Dirinya mengakui, jika para perantau dan diaspora dari Sulawesi Barat punya kekuatan dan jejaring yang kuat dalam membantu serta membangun daerah khususnya dalam hal pembangunan SDM serta generasi di Sulbar.

“Kita punya program, bagaimana supaya anak putus sekolah namun punya semangat dan kemampuan akademik bisa kita bantu secara bersama-sama oleh perantau.”

Baca juga: Bawa Teknologi Hijau, PANELTECH.US Corp Siap Berinvestasi dan Entaskan Masalah Sampah di Indonesia

“Satu orang perantau mengangkat satu orang anak asuh, termasuk persoalan stunting, para perantau yang sudah sukses juga bisa membantu keluarga yang membutuhkan,” kata Prof. Zudan.


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA