Selesai Dibangun April 2023, Sodetan Ciliwung Bagian dari Rencana Induk Pengendalian Banjir di Jakarta

67
Pembangunan sodetan Ciliwung berupa terowongan sepanjang 1.268 meter dengan dua jalur pipa masing-masing berdiameter 3,5 meter, yang berfungsi untuk mengalirkan sebagian debit banjir Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT) dan Kali Cipinang. Foto: Kementerian PUPR

KAGAMA.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyaksikan pekerjaan breakthrough line atau pengeboran terakhir untuk menyambungkan pipa terowongan proyek sodetan Sungai Ciliwung di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Pembangunan sodetan Ciliwung berupa terowongan sepanjang 1.268 meter dengan dua jalur pipa masing-masing berdiameter 3,5 meter, yang berfungsi untuk mengalirkan sebagian debit banjir Sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT) dan Kali Cipinang.

Presiden Jokowi mengatakan proyek Sodetan Sungai Ciliwung merupakan bagian dari rencana induk sistem pengendalian banjir (flood control) Ibu Kota Jakarta dari hulu hingga hilir.

Di bagian hulu telah diselesaikan pembangunan dua bendungan kering (dry dam) di Kabupaten Bogor, yakni Bendungan Ciawi dengan kapasitas tampung 6,05 juta m3 dan Bendungan Sukamahi berkapasitas tampung 1,7 juta m3.

Baca juga: Laik Operasi, Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 2 Siap Beroperasi

“Di atas sudah selesai dua bendungan, sekarang di bawah juga harus ditangani yang sebentar lagi selesai.”

“Kita harapkan Insya Allah April 2023 Sodetan Ciliwung selesai dan akan dapat mengurangi banyak sekali lahan banjir yang ada di Jakarta,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan persnya, Selasa 

Menurut Presiden Jokowi, Sodetan Ciliwung apabila dibuka dalam kondisi Siaga 4 dapat mengurangi debit banjir Sungai Ciliwung sebesar 33 m3 per detik, sementara pada Siaga 1 dapat mengurangi 63 m3 per detik.

“Kalau ini tinggal urusannya tentang pompa, normalisasi Sungai Ciliwung dan 12 Sungai lain yang melintasi Jakarta seperti Kali Mookervaart, Kali Pasanggrahan, Kali Angke, Kali Cipinang dan sebagainya juga harus dinormalisasi kalau kita ingin Jakarta tidak banjir, plus di Utara dengan tanggul pantai dan Giant Sea Wall,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan persnya, Selasa (24/1/2023).

Baca juga: Habiskan Dana Rp1,9 Triliun, Bendungan Kuwil Kawangkoan Diresmikan Presiden Jokowi