Minggu, 23 Juni 2024 | 13:03 WIB

Selesai Dibangun April 2023, Sodetan Ciliwung Bagian dari Rencana Induk Pengendalian Banjir di Jakarta

Mengikuti Master Plan

Menteri Basuki mengatakan untuk pengendalian banjir Jakarta apabila konsisten dikerjakan mengikuti Master Plan yang sudah ada sejak 1973 dari hulu, tengah hingga hilir, akan banyak mengurangi debit banjir.

“Antara Bogor dengan Jakarta ini ada kawasan tengah yakni Depok yang juga bisa hujan. Untuk itu, Sodetan Ciliwung ini untuk mengurangi banjir dari hujan di Depok, termasuk di Jakarta.”

“Kemarin banjir, saya monitor Bendungan Ciawi-Sukamahi kosong, artinya air dari tengah,” kata Menteri Basuki.

Proyek Sodetan Ciliwung mulai dikerjakan pada 2013. Pada tahun 2015, pembangunan sodetan Sungai Ciliwung telah tuntas sepanjang 650 meter.

Baca juga: Bikin Singkat Waktu dan Jarak Tempuh, Tol Yogyakarta-Bawen Dibangun dengan Investasi Rp14,26 Triliun

Kemudian dilanjutkan pada 2015-2017 dengan pembangunan permanen outlet dan perkuatan tebing Kali Cipinang.

Pekerjaan inlet sodetan dari Sungai Ciliwung berada di Kelurahan Bidara Cina menuju arriving shaft di Jalan Otista III, dan sampai ke outlet sodetan di Kanal Banjir Timur atau Kali Cipinang, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur.

Setelah sempat terhenti, Kementerian PUPR melanjutkan pekerjaan sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur pada tahun 2021 sepanjang 580 meter meliputi pembangunan ganda sodetan, bangunan permanen inlet dan outlet sodetan serta normalisasi Sungai Ciliwung dan Sungai Cipinang.

Paket pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya (WIKA) – PT. Jaya Konstruksi (KSO) dengan masa pelaksanaan 730 hari kalender sesuai kontrak 1 Agustus 2021 hingga 2 Agustus 2023.

Baca juga: Dibiayai Total Rp94,26 Miliar, Penataan Kawasan Pariwisata Pantai Malalayang dan Bunaken Selesai Dikerjakan

Secara keseluruhan anggaran yang digunakan untuk pembangunan Sodetan Ciliwung sekitar Rp1,2 triliun.

Menurut Menteri Basuki, dalam upaya mengurangi area banjir Jakarta, saat ini juga tengah dilakukan pengerjaan stasiun pompa air Sentiong di bagian hilir berkapasitas 50 m3 per detik.

“Jadi Insya Allah banjir akan berkurang dari 414 hektare, dengan adanya Bendungan Sukamahi dan Ciawi berkurang menjadi 318 hektare, ditambah Sodetan Ciliwung menjadi 211 hektare.”

“Nanti dengan pompa air Sentiong dan normalisasi Ciliwung, area banjir bisa berkurang lagi,” pungkas Menteri Basuki. (*)


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA