FTP UGM Berdayakan Warga Sambak Magelang Kembangkan Agro Edu Wisata

58
Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Foto: Humas UGM
Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, MAGELANG – Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Sambak, Kajoran, Magelang dalam pengembangan agro edu wisata untuk mewujudkan ekonomi hijau.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Yanmar Environmental Sustainability Support Association (YESSA) dan Pemerintah Daerah Magelang.

Dr. Ngadisih, STP., M.Sc., menjelaskan konsep agro edu tourism yang dikembangkan di Sambak menjadi kunci dalam ekonomi hijau dengan sumber penghidupan utama dari sektor pertanian dan kehutanan.

Adapun kegiatan mengangkat tema Zero-Waste Based Agro-edu Tourism for Bio-Circular Green Economy of Sambak Village” yang dirancang selama empat tahun.

Baca juga: GeNose C19 Berhasil Publikasi di Dua Jurnal Internasional Bereputasi

Di tahun pertama, program difokuskan pada sistem monitoring emisi gas rumah kaca atau Net Zero Emission Based Agro-edu tourism for Bio-Circular Green Economy of Sambak Village.

“Kita pasang alat monitoring real time gas rumah kaca di beberapa penggunaan lahan di Sambak seperti pabrik tahu yang menerapkan biogas, pabrik tahu tanpa biogas, hutan, agroforestry kopi, dan agroforestri kopi dengan pupuk limbah biogas.”

“Untuk output tahun pertama yang ditargetkan adalah informasi emisi gas rumah kaca pada berbagai penggunaan lahan,” paparnya.