Senin, 24 Juni 2024 | 07:09 WIB

YPHI Diakui Bikin Terobosan Signifikan dalam Sejarah Pengelolaan Hutan di Tanah Air

Terobosan Kerja Sama

Di sisi lainnya dalam rangka mengaplikasikan butir ketiga Deklarasi Peduli Hutan 22222, YPHI melakukan terobosan bekerja sama dengan KOPRABUH dan NUSAKU Kripto memulai program besarnya membangun tanaman dalam Gerakan Tanam Jadi Nusantaraku (GERTAM-NUSAKU) yang pertama kali di dunia menggunakan uang kripto.

Yohanis C. Walean, Direktur Utama KOPRABUH, didampingi oleh Irjenpol (P) Drs. Bekto Suprapto, Ketua GERTAM-NUSAKU, menjelaskan keuntungan-keuntungan gerakan tanam menggunakan Koin NUSAKU.

Pertama, penanaman dengan sistem adobsi pohon. Tanam jadi dan bila tanaman mati diganti dan dirawat.

Kedua, petani akan sejahtera, akan memperoleh dana relatif cukup sekitar Rp125 juta per hektare sampai masa tebang pohon.

Ketiga, pemerintah akan lebih cepat menyelesaikan penanaman lahan kosong. Juga karena antusiasme petani/masyarakat yang besar.

Keempat, keberhasilan penanaman akan meredam bencana lingkungan.

Kelima, memperkaya oksigen di udara bebas, dan menyehatkan, memperpanjang usia harapan hidup.

Keenam, petani bisa mendapatkan penghasilan karbon kredit setiap tahun. Sedang emisi karbon dan pemanasan global dikendalikan.

Ketujuh, pemerintah menghemat dana besar APBN, sekitar Rp7.500 triliun untuk biaya menanami lahan kosong yang luas.

Kedelapan, masyarakat sehat, bergizi, serta cerdas.

Kesembilan, biodiversitas berkembang dan ekosistem lingkungan membaik.

“Kesepuluh, kerusakan hutan dan lahan 70 juta hektare yang seharusnya baru bisa diperbaiki sampai 150 sampai 200 tahun dengan dana pemerintah yang rawan gagal karena minimnya biaya perawatan akan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 18 tahun dengan dana NUSAKU Koin dan tanaman dipastikan jadi,” pungkas Yohanis. (*)


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA