Kamis, 20 Juni 2024 | 18:43 WIB

Transformasi Digital Mampu Melepaskan Indonesia dari Middle Income Trap

Baca juga: Ilmu Biologi Menunjang Karier Sumirat dalam Pemberantasan Narkoba

Serta sebesar 32% dari populasi adalah Gen Y (usia 20-39 tahun) yaitu yang paling cepat mengadopsi teknologi.

“Usia tersebut juga konsisten dengan mayoritas peserta program Kartu Prakerja, dengan latar belakang pendidikan terbesar adalah SMA,” ucap Menko Airlangga.

Hanya saja, sebanyak 12.548 desa/kelurahan belum terjangkau 4G dari total 83.218 desa/kelurahan di Indonesia.

Karena itu, Menko Airlangga menyatakan bahwa wilayah 3T menjadi fokus utama pembangunan Pemerintah.

Sebab, wilayah yang tergolong 3T berjumlah 9113 desa/kelurahan (sekitar 72 persen dari total desa yang belum dirambah 4G).

Baca juga: Mengembangkan Karier dan Fungsi Perawat Lewat Nursepreneur

Adapun untuk data center Pemerintah, Menko Airlangga menerangkan bahwa akan dibangun Pusat Data Nasional di tiga tempat. Yakni Jabodetabek, ibu kota negara, dan Batam.

“Kemudan mengenai 5G tentu akan disiapkan bertahap dengan uji coba diprioritaskan di kawasan-kawasan yang ingin melaksanakan revolusi industri keempat,” kata Menko Airlangga.

“Atau pun kawasan industri terintegrasi. Uji coba ini akan dilakukan secara terbatas,” terang anggota Dewan Pertimbangan PP KAGAMA ini.

Selain meningkatkan produktivitas melalui transformasi digital, kata Menko Airlangga, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan investasi mesti terus didorong.

Baca juga: Ganjar Pranowo Bantu Jualan Online UMKM, Pedagang Batik Naik Omzetnya 350 Persen

Upaya tersebut menurutnya bisa memacu pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7-6 persen. Berdasarkan data yang dia peroleh, angka tersebut mampu membuat Indonesia keluar dari middle income trap.

“Potensi ekonomi digital pada 2025 untuk Indonesia adalah sebesar USD 133 miliar dan sebesar USD 300 miliar untuk ASEAN,” kata Menko Airlangga.

“Untuk itu, revolusi industri keempat atau Making Indonesia 4.0 akan terus didorong dan ini tentu diharapkan menjadi enabler dari pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas sosok kelahiran 1 Oktober 1962 ini. (Ts/-Th)

Baca juga: Langkah PT Pembangkitan Jawa-Bali untuk Bisa Bertahan di Era Disruptif


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA