Melalui Danais, Tujuh Desa G2R Tetrapreneur Budaya Pamerkan Produk Unggulan

882

Baca juga: Jogja Aman dan Nyaman bagi Warga Papua

Ekspose yang akan berlangsung selama dua minggu itu, harapannya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membeli sekaligus memberi masukkan terkait kualitas, kuantitas, dan pengemasan produknya.

“Kenapa kita pakai mal untuk ekspose, karena mal ini merupakan ruang publik yang dikunjungi seluruh kalangan,” jelasnya.

Besar harapan Srie agar produk bisa ditampilkan di bandara Yogyakarta International Airpot (YIA) dan menarik minat masyarakat untuk membeli.

Pemda sejauh ini hanya memfasilitasi.

Gotong royong dioptimalkan dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan alam.

Upaya tersebut, kata Srie, perlu kolaborasi dari pebisnis, akademisi, pemerintah, dan media massa.

Sementara itu, Drs. Umar Priyono, M.Pd., Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan dan Politik mengatakan, perspektif budaya tidak hanya membahas seni.

“Konsep kebudayaan dihubungkan dengan bisnis kemudian lahirlah G2R Tetrapreneur. Karena menggunakan Danais, jadi yang disasar adalah desa-desa budaya, sudah benar eksekusinya,” ungkap Umar.

Baca juga: Membangun Jogja yang Aman dan Nyaman dengan Nilai-nilai Budaya Istimewa

Besar harapan Umar, ke depannya produk-produk tersebut tidak hanya berhenti di etalase.

Tetapi, produk-produk tersebut juga didorong dan dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga berdampak positif untuk kesejahteraan masyarakat.

Selain tiga tamu penting di atas hadir juga tamu undangan lain di antaranya Dinas Kebudayaan DIY, Biro Bina Pemberdayaan Setda DIY, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perizinan dan Penanaman Modal, serta mitra-mitra lain yang berpartisipasi langsung dalam kegiatan tersebut.

Acara ditutup dengan launching oleh perwakilan Gubernur DIY, dilanjutkan dengan penyerahan simbolis logo G2R Tetrapreneur kepada Desa Budaya yakni, G2RT Pagerharjo, G2RT Bejiharjo, G2RT Putat, G2RT Bangunkerto, G2RT Sabdodadi. Kemudian juga kepada desa pelopornya ada G2RT Wukirsari dan G2RT Girirejo.

Saat ini sudah ada 7 desa yang diusung menggunakan model G2R Tetrapreneur pada 2019.

Pada 2020 mendatang rencananya G2R Tetrapreneur akan mengusung 16 desa secara serentak. (Kinanthi)

Baca juga: Kurangi Kemacetan di Jogja, Begini Caranya