Walikota Genius Umar: Pariwisata Perlu Dibuka Secara Bertahap

29
Sebelumnya, Pemkot Pariaman telah menerapkan kebijakan PSBB. Setelah jumlah kasus positif menurun, barulah Walikota jebolan UGM ini menerapkan fase new normal pada bulan Juni 2020 lalu. Foto: Jawa Pos
Sebelumnya, Pemkot Pariaman telah menerapkan kebijakan PSBB. Setelah jumlah kasus positif menurun, barulah Walikota jebolan UGM ini menerapkan fase new normal pada bulan Juni 2020 lalu. Foto: Jawa Pos

KAGAMA.CO, PARIAMAN – Perekonomian di bidang pariwisata langsung jatuh seketika begitu pandemi Covid-19 muncul.

Kebijakan physical dan social distancing telah membatasi berbagai aktivitas perekonomian.

Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan, pariwisata merupakan industri yang melibatkan manusia sebagai komoditas.

Pendapatan restoran, hotel, maskapai penerbangan, dan agen perjalanan terimbas, ketika orang mulai berhenti melakukan perjalanan.

“Bila dibiarkan, perekonomian di bidang pariwisata bisa semakin anjlok,” jelasnya dalam forum Tourism Promotion Organization (TPO) tahun 2020, pada Selasa (7/7/2020).

Baca juga: Upaya Pemerintah Menjaga Ketahanan Pangan dari Hulu Hingga Hilir

Dalam kesempatan tersebut, Genius menerangkan, industri pariwisata internasional sejak tahun 1950-an telah berperan penting dalam meningkatkan ekonomi global.

Mengutip sebuah data, Genius mengungkapkan, perjalanan internasional untuk tujuan wisata meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2010, ada 1 miliar orang sedangkan di tahun 2018 meningkat hingga 1,4 miliar.

Sejak Covid-19 mewabah, pariwisata internasional kehilangan pendapatan sebesar USD 300-400 Miliar.

Genius selaku pejabat pemerintah sekaligus Co-President TPO berniat memulihkan industri pariwisata agar kondisi ekonomi kembali stabil, terutama daerah yang ekonominya bergantung pada pariwisata.

Baca juga: Jebolan FEB UGM Ini Sebut Pembangunan Desa Penting untuk Kurangi Kemiskinan