Ketua KAGAMA Farmasi Jelaskan Cara agar Indonesia Lepas dari Ketergantungan Alat Kesehatan Impor

784
Ketua KAGAMA Farmasi, Apt. Drs. Masrizal Achmad Syarief, menjelaskan permasalahan yang tengah dihadapi industri alat kesehatan dalam negeri. Foto: Farmasi UGM
Ketua KAGAMA Farmasi, Apt. Drs. Masrizal Achmad Syarief, menjelaskan permasalahan yang tengah dihadapi industri alat kesehatan dalam negeri. Foto: Farmasi UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Salah satu kendala dalam penanganan wabah Covid-19 di Indonesia adalah terbatasnya jumlah Alat Pelindung Diri (APD) yang tersedia untuk tenaga medis.

Padahal, Indonesia memiliki banyak industri produsen APD dan alat kesehatan (alkes).

Hal itu memaksa Pemerintah harus melakukan impor demi memenuhi sarana alkes bagi tenaga medis.

Ketua KAGAMA Farmasi, Apt. Drs. Masrizal Achmad Syarief, menilai, tentu semua orang di Indonesia ingin segera lepas dari ketergantungan impor dengan menggunakan produk dalam negeri.

Namun, ada beberapa problem yang dihadapi oleh industri alkes Indonesia. Hal tersebut dia jelaskan dalam webinar Ikatan Apoteker Indonesia bertema Bersiap Menuju Era New Normal, Selasa (9/6/2020) lalu.

Baca juga: Pesan Ketua IAI Alumnus Farmasi UGM kepada Apoteker di Seluruh Indonesia

“SDM, infrastruktur, kerja sama stakeholder lintas sektor daerah, belum lengkapnya industri pendukung,” kata Masrizal.

“Kemudian, dukungan kepercayaan dari end user dan perizinan yang memerlukan waktu lama,” terang alumnus Fakultas Farmasi UGM angkatan 1980 tersebut.

Berbagai permasalahan itu bukannya tanpa solusi. Sebab, Masrizal meyakini bahwa itu semua bisa diatasi dalam menyongsong era new normal.

Ada empat solusi yang dia sarankan. Pertama, menyelesaikan fase kedua era teknologi menengah.

Kedua, kepada industri agar mencapai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 40 persen.

Baca juga: Walau Pandemi, KAGAMA Malang Raya Makin Erat Bersilaturahmi dan Bergerak Bersama