KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Media sosial (medsos) paling banyak diakses oleh masyarakat Indonesia untuk keperluan hiburan, sosialisasi, mengisi waktu luang, update informasi, serta jual-beli online. 

Dalam studi yang dilakukan oleh Indah Megawati Aswin dijelaskan bahwa medsos yang paling banyak diakses adalah Facebook, Instagram, dan Youtube dengan waktu akses rata-rata 2 jam per hari.

Dengan adanya medsos, pengguna dapat melihat informasi berupa kegiatan yang dilakukan oleh pengguna lainnya. Keterbukaan informasi tersebut ternyata berpengaruh pada kepuasan hidup.

Hal ini terjadi karena para pengguna secara tidak langsung membandingkan kehidupan sosialnya yang sering kali memunculkan rasa iri karena menganggap bahwa kehidupan orang lain lebih menyenangkan.

Tesis Indah yang berjudul The Happines Institute dalam tesis Indah yang berjudul Hubungan antara Penggunaan Pasif dan Iri dengan Kepuasan Hidup Pengguna Situs Jejaring Sosial menyebut bahwa partisipan yang tidak mengakses Facebook selama seminggu merasa lebih bahagia, menikmati hidup, antusias, dan tegas.

“Di sisi lain, partisipan yang mengakses Facebook selama seminggu merasa sedih, cemas, marah, depresi, dan kesepian. Bahkan, partisipan yang mengakses Facebook juga merasa telah membuang-buang waktu dan kurang bahagia dibandingkan teman-temannya,” tulis Indah dalam tesisnya untuk Prodi Magister Psikologi, 2017.

Perasaan kurang bahagia pada pengguna yang terlalu sering mengakses medsos dapat terjadi karena banyak membandingkan diri dengan orang lain, sehingga memunculkan perasaan iri.

Terlebih lagi, pengguna lain memiliki atribut yang diinginkan, padahal atribut tersebut termasuk sulit didapatkan oleh pengguna yang merasa iri tersebut.

Perasaan kurang bahagia dari pengguna medsos juga dapat diperparah apabila ia hanya melihat kehidupan pengguna lain tanpa melakukan aktivitas atau mengembangkan diri di dunia nyata.

Dalam tesis Indah, dijelaskan pula bahwa pengguna yang melakukan update status berulang kali dalam sehari memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih rendah daripada pengguna yang tidak melakukan update status.

“Maka, pengguna sebaiknya dapat lebih bijak dalam mengatur durasi penggunaan media sosial agar seimbang dengan kehidupan nyata,” tulisanya.(Tita)