Teknik Pertanian dan Biosistem UGM Bawa 48 Medali dari Ajang ARC 2020

65

Baca juga: G2R Tetrapreneur dan GTRA Bantu Masyarakat Wujudkan Kesejahteraan Lewat Pemanfaatan Aset dan Akses Tanah

Selain itu, enam penghargaan tim terbaik juga berhasil dikantongi, yakni Best Video kategori Green Energy, Best Papaer kategori Green Energy, Best Paper kategori Agricultural Engineering.

Kemudian, People Choice Poster kategori Agricultural Engineering, Best Video kategori Food, serta Best Poster kategori Agricultural Engineering.

“Sebanyak 13 paper terbaik diberi kesempatan mempresentasikan papernya di International Conference on Green Agroindustry and Bio-economy (ICGAB) 2020,” kata Andri.

“Dari 13 paper terbaik tersebut 7 diantaranya dari UGM. Dari penilaian para juri, tim Dendrite UGM yang beranggotakan Aulia, Rizkiana, Saiffudin Afif dan Nadia Muna Salma terpilih menerima penghargaan sebagai Best Presenter.”

“Mereka mengajukan judul paper Design of Plant Growth Prediction Model in Plant Factory with Artificial Neural Network,” terang dosen yang lulus S1 Teknik Pertanian UGM pada 2008 ini.

Baca juga: Banyak Diminati, Begini Tantangan Menjalankan Bisnis Jasa Maternity dan New Born Baby Photography

Andri mengaku, dalam perlombaan ini, pihaknya mendorong mahasiswa DTPB untuk berinovasi dan berpikir kritis.

Hal itu guna menumbuhkan ide inovatif terkait penyelesaian masalah di bidang Teknik Pertanian.

Mulai dari sumberdaya lahan air, mesin pertanian, smart agriculture, teknik pangan pascapanen, dan energi.

Selain itu, setiap tim juga didampingi oleh dosen sesuai dengan kepakarannya agar terarah.

Atas prestasi yang telah diraih pada ARC 2020, Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Prof. Lilik Sutiarso, mengapresiasi para mahasiswa.

Baca juga: Upaya Andi Afdal Membangun Ekosistem Digital BPJS Kesehatan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para dosen pendamping yang telah mendukung mahasiswa.

“Sebagian besar riset yang dikompetisikan merupakan hasil riset terkini di bidang sistem pertanian,” ujar Lilik.

“Riset-riset tersebut diharapkan nantinya dapat memberikan kontribusi pada pengembangan IPTEKS dan sektor pertanian di tanah air,” pungkasnya. (Ts/-Th)

Baca juga: Ilmu Biologi Menunjang Karier Sumirat dalam Pemberantasan Narkoba