Tatanan Norma Baru Muncul Setelah Manusia Gagal sebagai Khalifah Bumi

720
Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM, Ki Prof. Dr. Agus Cahyono, memberikan pandangannya soal tatanan norma baru pasca pageblug virus corona. Foto: Ist
Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM, Ki Prof. Dr. Agus Cahyono, memberikan pandangannya soal tatanan norma baru pasca pageblug virus corona. Foto: Ist

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Pada Jumat (5/6/2020) Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati dalam suasana pageblug Covid-19.

Wabah yang disebabkan oleh virus corona itu ternyata menyembuhkan lingkungan bumi dan alam semesta.

Walau begitu, tak dimungkiri Covid-19 juga mengakibatkan bencana kemanusiaan dan kehidupan, yang meluas dan tragis. Serta berkurangnya aktivitas miliaran manusia di bumi.

Demikian sebuah kontemplasi Ki Prof. Dr. Cahyono Agus Dwi Koranto, yang disampaikan kepada Kagama.

“Manusia telah gagal sebagai khalifah di bumi ini. Keserakahannya telah dikalahkan oleh mikroorganisme virus,” kata Agus, Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM.

Baca juga: Gerak KAGAMA NTT dalam Membantu Penanganan Wabah Covid-19

“Tekanan manusia yang telah melebihi daya dukung bumi, hingga 1,7 kalinya, bahkan di kota besar nan kumuh, bisa mencapai hingga beberapa kalinya, telah terkendorkan,” jelasnya.

Menurut Agus, hal tersebut kian membuktikan bahwa kerusakan bumi dan pemanasan global 95% karena ketidakbecusan manusia.

Di sisi lain, penurunan aktivitas manusia telah mengakibatkan penurunan tajam polusi dan membersihkan udara secara nyata. Emisi gas rumah kaca juga menjadi berkurang sangat drastis.

“Efek ini jauh lebih dramatis daripada usaha sistematis antropogenik (buatan manusia) apa pun, dalam rangka menurunkan dampak emisi,” ucap Agus.

“Polusi udara yang disebabkan oleh kegiatan manusia relatif terhenti. Sehingga, langit biru yang cerah dan sehat kembali dirasakan,” terang Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Keluarga Besar Tamansiswa ini.

Baca juga: Makna Lebaran dan Hari Lahir Pancasila Menurut Walikota Gorontalo Alumnus UGM