Takaran Pupuk yang Pas untuk Tanam Kangkung secara Akuaponik

54
Akuaponik menjadi salah satu cara untuk menjawab permasalah keterbatasan ruang dalam berkebun. Foto: Tribun Jateng
Akuaponik menjadi salah satu cara untuk menjawab permasalah keterbatasan ruang dalam berkebun. Foto: Tribun Jateng

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dari hari ke hari jumlah penduduk bumi kian bertambah.

Di Indonesia saja, Badan Pusat Statistik memprediksi Indonesia bakal memiliki 269,6 juta penduduk pada 2020.

Seiring pertambahan penduduk yang terjadi, kebutuhan akan pangan juga ikut naik.

Hanya saja, banyak lahan yang dulunya merupakan areal pertanian, kini dialihfungsikan menjadi hunian.

Karena itu, produksi bahan pangan mengalami penurunan.

Dengan lahan pertanian yang sempit, petani dituntut untuk menyediakan bahan pangan yang jumlahnya justru mesti ditingkatkan.

Lantas bagaimana solusinya? Pertanian akuaponik bisa menjadi salah satu pemecahan masalah, khususnya di perkotaan.

Baca juga: Sering Jadi Wacana? Begini Cara Mengatur Jadwal Rutin Berolahraga

Mengutip pakar, teknik ini merupakan gabungan antara akuakultur dengan hidroponik.

Yakni mengintegrasikan budidaya ikan secara tertutup (resirkulasi) yang dipadukan dengan tanaman.

Dalam hal ini, tanaman akan memanfaatkan unsur hara yang asalnya dari kotoran ikan.

Bakteri pengurai akan mengubah kotoran ikan menjadi nitrogen yang bermanfaat untuk tanaman.

R.S. Sayekti, Djoko Prajitno, dan Didik Indradewa tertarik mengembangkan teknik yang dikatakan mulai dikenalkan pada 1971 ini.

Namun, mereka bertiga ingin menguji kebiasaan masyarakat dalam sistem budidaya akuaponik pada umumnya.

Biasanya, orang-orang mencampurkan pupuk organik ke air sebelum ikan ditebar.

Baca juga: Jangan Mudah Tergiur, Waspadai Investasi Bodong dengan Cara Ini