Sabtu, 25 Mei 2024 | 23:18 WIB

Takaran Pupuk yang Pas untuk Tanam Kangkung secara Akuaponik

Baca juga: Perang Dagang AS-Tiongkok Pengaruhi Jumlah Wisatawan Tiongkok di Indonesia, Bali Tetap Jadi Favorit

Diduga, pemberian pupuk organik bisa menumbuhkan mikroorganisme sebagai pakan alami ikan.

Namun, pupuk organik juga dinilai bisa memberikan nutrisi lebih terhadap pertumbuhan tanaman.

Nah, alasan kedua ingin diuji oleh Sayekti dan dua rekannya.

Mereka bertiga akhirnya melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Takaran Pupuk Kandang dan Kompos terhadap Pertumbuhan Daun Kangung (Ipomea reptans) Akuaponik.

Penelitian itu diterbitkan oleh Jurnal Agrinova UGM pada 2018.

Sebagaimana judulnya, Sayekti dkk memakai kangkung sebagai tanaman yang diuji.

Adapun ikan yang mereka gunakan adalah lele.

Baca juga: Anak Jadi Korban Perundungan? Orang Tua Perlu Ajarkan Ini

Penelitian dimulai dengan menyusun 16 buah gelas plastik yang diisi bibit kangkung berumur 7 hari.

Gelas yang sudah diisi bibit kangkung itu disusun di atas tampah plastik sebagai penutup ember tempat ikan.

Lalu, ember diisi air sebanyak 60 liter dengan dicampur berbagai variasi dosis pupuk organik.

1) pupuk kandang 250 g/1000 L, 2) pupuk kandang 500 g/1000 L, 3) pupuk kompos 250 g/1000 L, dan 4) pupuk kompos 500 g/1000 L.

Ada juga ember yang tidak dicampur pupuk sebagai variabel kontrol.

Tidak lupa bibit lele berukuran 4-6 cm ditebar di ember dan diberi makanan dua kali sehari.

Data dicatat pada minggu kedua, keempat, dan keenam.

Dari hasil yang diperoleh, pemberian pupuk organik mampu meningkatkan berat segar daun kangkung. Baik itu pada minggu kedua, keempat, atau keenam pencatatan.

Misalnya pada minggu keenam, berat kangkung yang diberikan pupuk kandang dan pupuk kompos berat segar daunnya lebih tinggi ketimbang yang tidak diberi apa-apa.

Pada variasi konsentrasi pupuk 250 g/1000L, pupuk kandang bisa menjadikan berat segar daun kangkung ada di angka 24,51 gram.

Sementara pupuk kompos membuat berat segar daun kangkung mencapai 21,45 gram.

Nilai berat segar daun di kedua perlakuan jauh dari variabel kontrol yang hanya mencapai 13,79 gram.

Adapun berat segar daun pada pemberian pupuk konsentrasi 500 g/1000 L semakin meningkat.

Nilainya adalah 38,62 gram untuk kangkung berpupuk kandang, dan 24,22 gram pada kangkung yang diberikan pupuk kompos.

Kesimpulannya, pupuk organik  memberikan imbas positif terhadap pertumbuhan tanaman secara akuaponik. (Tsalis)

Baca juga: Jadi Destinasi Wisata Premium, Begini Strategi Menteri Basuki Mempercantik Labuan Bajo


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA