Stop Anggap Anak Indigo Mengalami Gangguan! Mereka Punya Keistimewaan

81
Indigo.(Foto: Terseram)
Indigo.(Foto: Terseram)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dalam pandangan masyarakat, anak indigo biasanya dianggap mampu melihat roh halus, menyembuhkan orang sakit, dan meramal masa depan. Kemampuan tersebut seringkali diartikan masyarakat sebagai sesuatu yang tidak normal karena keterbatasan informasi yang benar mengenai anak indigo.

Maka dari itu, tak jarang anak indigo dianggap sebagai gangguan, serta disamakan dengan cenayang atau paranormal. Padahal secara umum mereka memiliki kemampuan lebih dan dapat membawa banyak perubahan pada lingkungan sekitarnya.

Anak indigo yang berusaha menghadapi berbagai macam anggapan dari lingkungannya ini memiliki 22 macam karakteristik, seperti menolak perintah, mengembangkan pemikiran abstrak di usia muda, pengkhayal, visioner, serta mempunyai kecerdasan spiritual dan psikis.

Mereka juga memiliki kemampuan bawaan untuk mengubah sistem dan pola pikir agar mampu meraih potensi menjadi lebih natural dan intuitif.

Tesis berjudul Pengalaman Spiritual Individu dengan Kecenderungan Indigo karya Puradian Wiryadigda menjelaskan bahwa anak indigo erat kaitannya dengan pengalaman spiritual, metafisis, dan mistis.

Ketiga hal tersebut kemudian dipahami sebagai ESP (Extra Sensory Perception) yang diartikan sebagai kemampuan menerima informasi dari  lingkungan atau individu tanpa bantuan kelima alat indera yang lain, seperti clairvoyance, precognition, retrocognition, out of body experience, membaca aura dan intuisi medis.

Namun demikian, anak indigo harus mengkontrol kemampuan tersebut agar memiliki kualitas hidup yang baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Mereka juga sering kali dihadapkan pada masalah kehidupan yang sulit, namun mampu menyelesaikannya dengan solusi yang tepat.

Menurut Puradian, anak indigo yang memasuki usia dewasa, pengalaman spiritual, metafisik, dan mistisnya akan semakin berkembang. Pengalaman yang berkembang ini dapat dipahami sebagai proses pemaknaan yang mengarahkan seseorang untuk berpikir, serta merasakan dan melakukan sesuatu yang didasari pada semangat ketuhanan.

Proses pemaknaan ini juga berpengaruh pada anak indigo dalam memahami tujuan hidup, memudahkan interaksi dengan orang lain, menentukan hidup, dan mengambil keputusan.

“Bahkan, anak indigo juga memiliki optimisme pada masa depan, meskipun pada kenyataannya hidup yang dijumpai pada saat ini seringkali mengalami peperangan, kejahatan, dan konflik,” tulis Puradian dalam tesisnya di Magister Psikologi UGM, 2017.

Dengan adanya kedekatan antara anak indigo dengan semangat ketuhanan, maka mereka juga percaya bahwa keberadaannya di dunia sebagai “orang-orang terpilih” harus ditindaklanjuti.

“Hal ini ditempuh dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain dengan “kemampuan” yang dimilikinya. Dari seluruh partisipan dalam penelitian, terbukti mereka mengalami rasa puas setelah mampu menyelesaikan problem orang lain,” ungkap Puradian.(Tita)