Separuh Wilayah Purworejo Dulunya adalah Semarang Suwung

144
Sejarah Kabupaten Purworejo pada zaman Kerajaan Mataram diungkap oleh Ketua LOKANTARA alumnus UGM, Dr. Purwadi, M.Hum. Foto: Ist
Sejarah Kabupaten Purworejo pada zaman Kerajaan Mataram diungkap oleh Ketua LOKANTARA alumnus UGM, Dr. Purwadi, M.Hum. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sekitar 74 kilometer ke arah barat pusat Kota Yogyakarta, pernah ada sebuah daerah bernama Semawung.

Semawung merupakan salah satu kadipaten yang masuk dalam daerah teritorial Kesultanan Mataram.

Menurut Ketua LOKANTARA (Lembaga Olah Kajian Nusantara), Dr. Purwadi, M.Hum. Semawung termasuk kadipaten penting buat Kesultanan Mataram.

Walau begitu, kejadian yang melatarbelakangi kemunculan kadipaten ini adalah friksi di internal kesultanan.

Kisahnya bermula kala Kabupaten Pati membuat geger pada 1593. Sang Bupati, Adipati Pragola melancarkan protes kepada Panembahan Senopati (Danang Sutawijaya), pendiri sekaligus raja pertama Kesultanan Mataram.

Baca juga: Ketua KAFEGAMA Ungkap 5 Langkah Penting Atasi Dampak Covid-19 di Dunia Usaha dan Perbankan

Pragola tak senang dengan keputusan Panembahan Senopati yang menjadikan Ayu Retno Dumilah (Bupati Madiun) sebagai garwa prameswari (permaisuri).

“Tindakan Raja Mataram ini dianggap Pragola sebagai usaha untuk menyingkirkan mbakyunya, Kanjeng Ratu Waskitha Jawi,” kata Purwadi.

Menurut Purwadi, Danang Sutawijaya mampu mengatasi persoalan ini dengan bijak.

Sebab, dia tetap mewariskan hak takhta Kesultanan Mataram kepada anak Ratu Waskitha Jawi, Raden Mas Jolang.

Mas Jolang kelak menjadi penguasa kedua Kesultanan Mataram (1601-1613) dengan gelar Prabu Hanyakrawati.

Baca juga: Kunci Agar Indonesia Terhindar dari Resesi Ekonomi Menurut Ekonom UGM