Pelajaran Berharga yang Diperoleh Suwarni dari Fakultas Kehutanan UGM

461
Alumnus Fakultas Kehutanan UGM yang kini bekerja di bidang ekspor, mengaku mendapat banyak pelajaran berharga dari Kampus Kerakyatan. Foto: Dok Pri
Alumnus Fakultas Kehutanan UGM yang kini bekerja di bidang ekspor, mengaku mendapat banyak pelajaran berharga dari Kampus Kerakyatan. Foto: Dok Pri

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Ayah Ir. Suwarni berharap besar pada sang putri agar bisa menempuh pendidikan di institut keguruan pasca tamat SMA.

Namun, dalam hati kecilnya, Suwarni memiliki keinginan untuk belajar di bidang ilmu lain di luar pendidikan guru.

Suwarni kemudian nekat mengikuti seleksi Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Ingin sekali lolos seleksi, dirinya tidak asal dalam memilih jurusan.

Dengan sejumlah pertimbangan matang, Suwarni memilih dan memilah berbagai jurusan yang memberikannya peluang besar untuk diterima.

“Akhirnya saya lolos PMDK dan diterima di Fakultas Kehutanan UGM. Dengan demikian, saya bisa ‘memaksa’ Bapak untuk tidak mendorong saya masuk institut keguruan lagi,” ungkapnya saat dihubungi Kagama belum lama ini.

Baca juga: Rika Fatimah: Hikmah Pandemi Covid-19 Telah Terbaca dalam Gerakan G2R Tetrapreneur

Fakultas Kehutanan sejak dulu dikenal sebagai kampus yang mayoritas mahasiswanya adalah laki-laki.

Jumlah mahasiswi hanya sekitar 1:6 dengan mahasiswa, termasuk Suwarni. Namun, Suwarni tidak merasa kaget dan mencoba membiasakan diri menjadi mahasiswi yang tangguh.

“Kita ini justru kompak walaupun persebaran jenis kelaminnya tidak merata. Malah kadang di satu sisi saya senang berada di lingkungan yang mahasiswanya lebih banyak.”

“Mereka mengajarkan saya sebagai perempuan untuk lebih sering berpikir menggunakan logika,” tuturnya.

Keseruan dengan kawannya sesama mahasiswa juga dirasakan Suwarni di lingkungan kosnya.

Baca juga: Politik Dinasti Tidak Melanggar UUD, tetapi…