Memelihara Semangat Pengabdian IKPTM

37
PTM merupakan kegiatan penerjuanan sejumlah mahasiswa ke berbagai daerah untuk melakukan pemberdayaan dan pengabdian di daerah tertinggal. Foto: Humas UGM
PTM merupakan kegiatan penerjuanan sejumlah mahasiswa ke berbagai daerah untuk melakukan pemberdayaan dan pengabdian di daerah tertinggal. Foto: Humas UGM
KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Ikatan Kekeluargaan Pengerahan Tenaga Mahasiswa (IKPTM) menggelar reuni nasional ke-21 di Yogyakarta, (5-7/7/2019) di Hotel Abadi Yogyakarta.
Reuni yang dihadiri 81 peserta dari berbagai daerah tersebut mengusung tema “Melestarikan Semangat Pengabdian di Bidang Pendidikan”.
Reuni tersebut dibuka dengan sidang laporan pengurus dan pemilihan ketua baru.
Dari sidang tersebut, Dr. Ir. Anang Legowo dari komisariat Semarang terpilih sebagai ketua IKPTM yang baru secara aklamasi.
Dalam sambutannya, Dr. Lestari Rahayu W MP selaku ketua panitia menyampaikan rasa syukurnya karena hampir seluruh komisariat pengurus IKAPTM dapat hadir.
Ia juga mengungkapkan rencana UGM yang akan segera meluncurkan film dokumenter mengenai kegiatan PTM di tahun 1951-1964 yang akan diluncurkan saat peringatan Dies Natalis ke-70 UGM.
“Kita patut bersyukur karena di reuni kali ini kita telah memiliki himne dan mars IKPTM yang dibuat oleh anggota dari Malang. Saya juga menyampaikan salam dari pihak Rektorat UGM yang berhalangan untuk hadir karena sedang menjalankan tugas di luar kota,” kata Lestari yang juga merupakan dosen di Fakultas Pertanian UGM.
Turut hadir dalam acara Dr.Ir. Ambar Kusumandari, M.E.S. yang saat ini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Kuliah Kerja Nyata UGM.
Dalam sambutannya, Ambar turut menyampaikan rasa bangga karena dapat meneruskan pengabdian yang dilakukan oleh orang tuanya dalam bentuk pengelolaan KKN.
“Dulu saya lahir ketika orang tua saya sedang menjalankan PTM di luar daerah. Sekarang giliran saya mengabdikan diri saya untuk pengelolaan KKN di UGM,” ujarnya diiringi tepuk tangan peserta.
PTM merupakan kegiatan penerjuanan sejumlah mahasiswa ke berbagai daerah untuk melakukan pemberdayaan dan pengabdian di daerah tertinggal.
PTM merupakab cikal bakal dari KKN UGM, namun PTM memiliki jangka waktu yang relatif lebih lama yaitu 1 hingga 3 tahun.
Penggas KKN UGM adalah Prof. Dr. koesnadi Hardjosoemantri yang merupakan pegiat generasi pertama PTM.
Terinspirasi oleh semangat PTM, akhirnya pak Koes, panggilan akrabnya, mewajibkan KKN sebagai salah satu kurikulum dalam pendidikan mahasiswa di UGM.
Dalam reuni yang dilaksanankan 3 hari tersebut, digelar berbagai agenda seperti rekreasi alam ke hutan pinus, kompleks Candi Prambanan, tebing Breksi, dan pemilihan tuan rumah untuk reuni selanjutnya. (Thovan)