Diterima Lewat Jalur SNMPTN, Miko Gapai Mimpi Jadi Pengusaha Peternakan

60

BULAKSUMUR, KAGAMA – Salah satu impian Miko Andini Putra (19) adalah menjadi pengusaha di bidang peternakan. Kini impian tersebut kian dekat dan terasa dalam genggaman pria asal Sumatera Barat.

Putra semata wayang pasangan Amdinar dan Ernida ini diterima di program studi Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur SNMPTN dan mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Dengan begitu, Miko dibebaskan dari biaya kuliah sampai selesai sehingga meringankan beban kedua orangtuanya.

Ernida tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia mengetahui anak satu-satunya itu diterima kuliah di UGM. Awalnya, dia tidak menyetujui kenginan Miko untuk melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya. Ditambah kondisi suaminya yang sejak beberapa tahun terakhir sakit-sakitan terkena tetanus. Namun, ia menyadari keinginan Miko untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi memang sudah tumbuh sejak masih di bangku SD (Sekolah Dasar).

“Sejak SD Miko mengutarakan keinginannya ingin kuliah. Namun saya bilang, nantilah, tengok uang dulu,” jelasnya.

Sekarang, kegundahan Ernida perlahan-lahan memudar tatkala mendengar kabar anaknya diterima kuliah tanpa dipungut biaya sepeser pun. Dia merasa sangat lega karena tidak khawatir lagi bagaimana membiayai Miko kuliah hingga lulus kelak.

Miko bersama ibunya, Ernida (Foto Devi/Humas UGM)
Miko bersama ibunya, Ernida (Foto Devi/Humas UGM)

Membahagiakan Kedua Orangtua

Miko dibesarkan di tengah keluarga dengan perekonomian pas-pasan. Ayahnya, Amdinar, bekerja sebagai buruh di sebuah toko. Ibunya, Ernida, membuka usaha menjahit dengan pelanggan dari warga sekitarnya sehingga pendapatannya tidak menentu setiap bulannya.

Namun, Miko tidak pernah putus asa. Ia tetap semangat dalam menempuh studi, baik di bangku SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), maupun SMA (Sekolah Menengah Atas). Keterbatasan dalam keluarganya tidak menjadi penghalang baginya meraih cita-cita.

“Sejak lama memang ingin sekali bisa kuliah. Alhamdulillah, senang rasanya diterima kuliah di UGM bahkan tidak dipungut biaya sampai usia kuliah sehingga tidak membebani orangtua,” ungkapnya.

Ditemui di kediamannya di Bukit Gombak, Tanah Datar, Sumatera Barat, Miko mengungkapkan bahwa keinginan untuk bisa kuliah telah muncul sejak ia di bangku SD. Keinginannya itu semakin menguat saat di SMA. Dia yakin dengan kuliah bisa mengantarkannya menuju pintu kesuksesan.

Ernida membuka usaha menjahit dengan pendapatannya tidak menentu setiap bulannya (Foto Devi/Humas UGM)
Ernida membuka usaha menjahit dengan pendapatannya tidak menentu setiap bulannya (Foto Devi/Humas UGM)

Miko tinggal bersama kedua orangtuanya di rumah sederhana milik sang nenek. Meski hidup bersama kedua orangtuanya dengan kondisi ekonomi pas-pasan, Miko tidak pernah merasa minder. Keterbatasan di tengah keluarganya justru melecut Miko belajar keras. Miko pun selalu meraih prestasi di sekolah. Saat di bangku SD dan SMP ia selalu meraih posisi tiga besar. Sementara, di SMA meski perjuangannya lebih berat, ia berhasil masuk 10 besar. Miko pun selalu memeroleh beasiswa selama menjalani pendidikan.

Semua yang dilakukannya, menurut Miko, bertujuan membahagiakan kedua orangtuanya, “Saya ingin bisa membahagiakan orangtua, menaikkan haji mereka,” ucap Miko.

Selama di SMA Miko juga menyempatkan diri mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya, ia tergabung dalam keanggotaan Forum Studi Islam. Selain itu, ia juga terlibat dalam grup musik dan kesenian di sekolahnya.

Sebagai ibunya, Ernida berpesan agar Miko belajar dengan tekun. Dia berharap kuliahnya bisa lancar dan setelah lulus nanti bisa cepat mendapatkan pekerjaan sesuai yang dicita-citakan. [Humas UGM Devi/rts]