BULAKSUMUR, KAGAMA – Kinerja kelompok memberikan pengaruh positif terhadap pengembangan kelompok. Motivasi kelompok yang memiliki keinginan kuat untuk berkembang dan lingkungan yang mendukung membuat kelompok menjadi lebih dinamis.

Temuan tersebut berhasil dirumuskan Acep Hariri SST, M Si dalam disertasinya dan mengantarkan Dosen Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Malang, Jawa Timur meraih gelar Doktor. Lelaki kelahiran Tasikmalaya 32 tahun silam ini dinyatakan lulus dalam ujian terbuka Program Doktor dari Program Studi Punyuluh dan Komunikasi Pembangunan Sekolah Pasacasarjana Lintas Disiplin (SPs LD) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (13/7/2017).

“Proses dinamika kelompok yang sering terjadi akan membuat kinerja kelompok meningkat tajam dan membuat kelompok mampu mengembangkan agribisnis dan kelompok,” terang Acep.

Acep yang mengajukan disertasi berjudul “Kemandirian Kelompok Tani Berbasis Dinamika dan Kinerja Kelompok dalam Pengembangan Agribisnis Hortikultura di Kota Batu” memaparkan proses penelitiannya dilakukan kepada 125 kelompok tani di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Dari penelitiannya diketahui bahwa proses dinamika kelompok dimulai dengan pengembangan kelompok, peranan struktur kelompok, proses belajar, proses kerjasama, dan unit produksi.

“Kelompok banyak digunakan sebagai unit bisnis. Yang menarik, banyak orang masuk sehingga sudah menggunakan saham bagi anggota baru yang masuk,” urainya.

Kinerja kelompok tani di Kota Batu, menurut Acep berada di tingkat sedang. Artinya, kelompok hanya kadang-kadang saja melakukan kerjasama. Hal serupa terjadi pada kemandirian kelompok tani di Kota Batu yang berada di posisi sedang. Kelompok masih belum mampu menjamin kebutuhan pasar, baik dari segi kualitas maupun kuantitas secara berkelanjutan. Di samping itu, kelompok juga masih ragu-ragu dalam mengambil risiko, tetapi sudah mampu dalam pengembangan agribisnis dan menjalankan fungsi serta struktur kelompok. [Humas UGM/Ika/rts]