BULAKSUMUR, KAGAMA. “Mas Dio mau ke mana buru-buru lulus kuliah? Padahal enak jadi mahasiswa.”

Candaan segar itu dilontarkan Wakil Rektor Bidang Akademi dan Kemahasiswaan Universitas Gajah Mada Prof. dr. Iwan Dwiprihasto, M.Med. Sc, Ph.D di sela kata sambutannya mewakili Rektor dalam Wisuda Program Sarjana Periode I Tahun Akademik 2016/17 di Grha Sabha Pramana, Yogyakarta, Rabu (16/11/2016).

Dio Herdiawan Tobing – begitu nama lengkapnya – menorehkan prestasi sebagai wisudawan tercepat dalam menyelesaikan masa studinya di UGM dalam widuda kali ini. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Hubungan Internasional tersebut lulus dalam waktu tiga tahun satu bulan sembilan hari.

Pria muda berdarah campuran Batak dan Jawa ini lantas membagikan tips yang membuat dirinya bisa lulus di UGM dengan waktu lebih cepat dibandingkan wisudawan lainnya. “Pertama, kita mesti mengambil jumlah mata kuliah dengan jumlah yang bisa kita tentukan. Kalau kita sudah masuk dalam kategori kategori dengan IPK tertentu maka kita ambil mata kuliah secara full,” ujar Dio kepada Kagama.

Selain itu, menurut Dio, ia selalu mengikuti info-info yang terkait di fakultas, seperti hibah riset. Dia mengikuti hibah riset dari Fisipol. “Jadi, skripsi saya dimasukkan dalam hibah riset. Hal ini seperti menekan saya untuk cepat menyelesaikannya. Karena kalau kita terlena karena sudah tak ada mata kuliah lagi dan berprinsip kapan saja kita dapat menyelesaikan skripsi maka kita cuma mengundur-undur waktu,” kata Dio.

“Bila kita mau mengatur waktu, apakah itu dengan hibah riset atau skripsi kita berhubungan dengan riset-riset dosen maka kita seperti terdorong untuk selalu mengikuti jadwal yang ada. Dengan begitu masa studi kita tidak molor dan dapat lulus kuliah dengan cepat,” ungkap wisudawan kelahiran 4 Juni 1995 ini.

Dio berharap dengan ilmu yang didapat di bangku kuliah, ia bisa memberikan kontribusi dalam bidang yang bakal ditekuninya nanti di pemerintahan. “Cita-cita saya menjadi diplomat. Semoga saya mampu mengaplikasikan teori-teori yang saya pelajari dalam dunia politik praktis,” tuturnya lagi.