Melihat Peradaban Temanggung Saat Jadi Ibu Kota Kerajaan Mataram

4468
Kabupaten Temanggung yang terkenal akan kopinya ternyata dulu pernah jadi pusat Kerajaan Mataram, menurut Ketua LOKANTARA (Lembaga Olah Kajian Nusantara), Dr. Purwadi, M.Hum). Foto: Tribun Jateng
Kabupaten Temanggung yang terkenal akan kopinya ternyata dulu pernah jadi pusat Kerajaan Mataram, menurut Ketua LOKANTARA (Lembaga Olah Kajian Nusantara), Dr. Purwadi, M.Hum). Foto: Tribun Jateng
KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sekitar tiga jam dari Jogja ada sebuah daerah yang terkenal akan produksi kopi dan tembakau.

Daerah itu adalah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Suasana sejuk, tenang nan asri menjadi ciri lain dari kabupaten yang dekat dengan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing ini.

Temanggung, yang punya ketinggian antara 500-1450 m, tentu tidak seramai Jogja atau pun Semarang.

Namun, ternyata Temanggung pernah jadi pusat pemerintahan sekaligus peradaban sebuah kerajaan.

Adalah Sinuwun Ratu Sanjaya (732-760) yang menjadikan daerah Parakan, Temanggung, sebagai ibu kota Kerajaan Mataram Kedu Darma (Mataram Kuno).

Baca juga: Ganjar Rangkul Semua Lapisan Masyarakat untuk Hadapi Pandemi Covid-19, Begini Strateginya

Kejadian ini bersamaan dengan pengubahan nama Kerajaan Kalingga menjadi Mataram yang dilakukan oleh Sanjaya pada 732.

Menurut Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara (LOKANTARA), Dr. Purwadi, M.Hum, sejak saat itu orang Temanggung mengalami transformasi kebudayaan.

Hal itu sebagai akibat dari kontak dengan budaya luar.

Kerajaan Mataram Kedu Darma alias Medang akrab menjalin komunikasi dengan India. Karena itu, unsur Hindu membaur dengan budaya Jawa.

“Kemudian disusul pula dengan hadirnya pengaruh Buddha. Mereka sudah terbiasa hidup dengan ragam budaya,” ucap Purwadi.

Baca juga: Kata Profesor Iin Handayani, Pertanyaan ‘Mau Jadi Apa’ Sudah Tak Cocok Lagi untuk Generasi Z