Ganjar Rangkul Semua Lapisan Masyarakat untuk Hadapi Pandemi Covid-19, Begini Strateginya

301
Gerakan sosial masyarakat terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 secara umum, bagi Ganjar bagus digerakkan di tingkat RW atau lebih bagus di tingkat RT, tetapi gerakan ini berbasis komunitas. Foto: Ist
Gerakan sosial masyarakat terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 secara umum, bagi Ganjar bagus digerakkan di tingkat RW atau lebih bagus di tingkat RT, tetapi gerakan ini berbasis komunitas. Foto: Ist

KAGAMA.CO, SEMARANG – Pandemi Covid-19 tidak bisa diatasi dengan cepat atau pun strategi yang sederhana begitu saja.

Ketua Umum PP KAGAMA, Ganjar Pranowo mengatakan, semua orang hanya perlu memahami dan siap bergerak menghadapinya.

“Butuh gerakan bersama, tetapi itu juga tak mudah. Untuk hal kecil seperti memakai masker saja, sangat sulit dipatuhi oleh sebagian masyarakat.”

“Di saat yang sama kita harus siapkan strategi yang lebih besar lagi, seperti menciptakan jaring pengaman sosial, jaring pengaman ekonomi, hingga memahami posisi politik kesehatan kita dengan benar,” jelasnya.

Hal tersebut Ganjar sampaikan dalam seminar daring Sinergi UGM dan KAGAMA, bertajuk Membangun Komunitas yang Tangguh Pada Era Adaptasi Kebiasaan Baru, yang digelar pada Minggu (23/8/2020).

Baca juga: 5 Langkah Nyata KAGAMA Balikpapan dalam Memerangi Wabah

Namun, Ganjar salut kepada komunitas-komunitas, termasuk KAGAMA yang mau membantu masyarakat umum untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut.

Misalnya, dalam persoalan ketahanan pangan di masa pandemi, KAGAMA lantas bergerak cepat menggelar canthelan yang kemudian diserukan di berbagai daerah di Indonesia.

“Ini kultural sekali, mencerminkan karakter KAGAMA. Kalau kita melihat situasi seperti ini, maka sebetulnya ada potensi lokal yang ada.”

“Ketika model penyampaian instruksi secara top down tidak lagi relevan, maka kita balik dengan penyampaian secara bottom up, sehingga ada ekuilibriumnya.”

“Kemudian bertemulah pada titik kesepakatan, sehingga konsensusnya bisa dibangun bersama dan kita semua sama-sama nyaman. Ketika diperintah sulit, maka jalan keluarnya adalah mendorong mereka untuk saling menjaga,” ujar pria asal Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga: Kata Profesor Iin Handayani, Pertanyaan ‘Mau Jadi Apa’ Sudah Tak Cocok Lagi untuk Generasi Z