Sabtu, 22 Juni 2024 | 11:37 WIB

Transtoto Jadi Warga Sedulur Sikep Samin

KAGAMA.CO, BLORA – Dalam upacara adat Sedulur Sikep Samin di Pendopo Agung Sedulur Sikep, Desa Sambong Rejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Kamis (24/8/2023), Dr. Transtoto Handadhari sah dikukuhkan sebagai warga Samin.

Kelompok Samin, yang dikenal sebagai kelompok yang gigih melawan kolonial penjajah Belanda tanpa senjata merupakan komunitas adat yang unik.

Komunitas Samin, pewaris ajaran Ki Samin Suro Sentiko (tahun 1800-an), saat ini memiliki sekitar 10.000 kepala keluarga (KK) yang berpusat di Kabupaten Blora, dan tersebar di Jawa Tengah sampai ke daerah-daerah terpencil di Nusantara seperti di Pulau Buru dan lainnya.

“Prinsip kehidupan berkebaikan terhadap sesama (sedulur) didasarkan pada ucapan, pikiran, dan perilaku yang becik (baik),” tutur Mbah Pramugi Prawiro Wijoyo, Pemimpin Tertinggi Samin pada acara tersebut.

Baca juga: Rimbawan Transtoto Didukung Penuh Pemimpin Tertinggi Masyarakat Samin Blora

“Kejujuran adalah pangkal utama moral manusia, ditambah kesederhanaan dan tidak membedakan suku, agama, kekayaan, derajat dan fisik, merupakan pegangan roh kehidupan warga Samin”, tambahnya.

Roh keyakinan itulah yang menarik Transtoto, mantan Direktur Utama Perum Perhutani (2005-2008), untuk bergabung menghayati ajaran Samin.

“Saya secara pribadi tertarik bergabung menjadi warga Samin.”

“Ini tidak ada urusannya dengan pencalegan dan dukungan warna politik,” tutur Transtoto yang dikenal luas sebagai rimbawan sejati seraya menyayangkan ada pejabat-pejabat kehutanan atau Perhutani yang alergi dengan politik.

Baca juga: Transtoto: Sangat Sulit Menarik Rimbawan Berpolitik Sebab Biayanya Mahal

“Alergi berpolitik praktis adalah dosa orang-orang baik termasuk rimbawan, yang berakibat hutan Indonesia rusak parah,” pungkas Transtoto. (*)


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA