Harga Beras Mahal Bikin Indonesia Jadi Sasaran Penyelundupan

147
Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko bersama Kepala Bulog (Badan Urusan Logistik) Budi Waseso menjadi narasumber dalam seminar nasional bertema
Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko bersama Kepala Bulog (Badan Urusan Logistik) Budi Waseso menjadi narasumber dalam seminar nasional bertema "Pembenahan Kebijakan Pangan Menuju Indonesia Emas". Foto: Nagara Institute

KAGAMA.CO, JAKARTA – Kepala Bulog (Badan Urusan Logistik) Budi Waseso yang akrab dipanggil Buwas menyebutkan bahwa saat ini mulai banyak penyelundupan beras dari beberapa negara lain masuk ke Indonesia.

Penyelundupan terjadi karena harga beras di pasar Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan negara-negara penghasil beras seperti Vietnam dan Thaialand.

“Saya tahu mulai marak penyelundupan beras masuk Indonesia, karena di sini harganya lebih mahal.”

“Saya tahu, bahkan hari ini penyelendupan itu terjadi di mana diangkut dengan kapal apa.”

Baca juga: Ini Syaratnya agar Indonesia Mampu Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global

“Saya tahu informasinya, tapi itu bukan wewenang saya, biar ditangani yang berwenang,” ujar Buwas ketika menjadi nara sumber dalam seminar nasional bertema Pembenahan Kebijakan Pangan Menuju Indonesia Emas di The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (16/3/2023).

Selain Buwas, seminar yang dilaksanakan Nagara Institute ini juga menghadirkan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Menteri Perdagangan Zulkufli Hasa, dan Kepala
Badan Pangan Nasoinal (Bapanas) Arief Prasetyo Adi.

Seminar dipandu oleh Direktur Eksekutif Nagara Institue Akbar Faizal.

Buwas menjelaskan, harga beras di pasar dalam negeri memang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan negara-negara lain penghasil beras, seperti di Jepang, Vietnam, dan Thailand. Buwas memberi contoh, baru-baru ini Bulog melakukan impor beras dari Jepang.

Baca juga: Tata Kelola Sistem Produksi Pangan Kunci Wujudkan Jargon ‘Forest For Food’

“Harganya Rp9.000 per kilogram sudah sampai gudang Bulog.”

“Sementara, kalau beras produksi sendiri, di pasar domestik harganya bisa Rp13.000 sampai Rp14.000, jauh sekali bedanya,” tegas Buwas.