Tiga Kunci Penting Agar Produk Desa Mampu Mendobrak Pasar Nasional dan Global

111
Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur dan Dosen Senior FEB UGM, menyampaikan pandangannya dalam webinar
Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur dan Dosen Senior FEB UGM, menyampaikan pandangannya dalam webinar "Peran Kampus Merdeka Dalam Pemberdayaan Perekonomian Desa Melalui G2RT". Foto: Ist

KAGAMA.CO, SUMBAWA – Rektor Universitas Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Dr. Syafruddin S.E., M.M., menyampaikan bahwa untuk membangun Indonesia harus terlebih dahulu membangun desa.

Hal tersebut Syafruddin sampaikan saat membuka webinar bertajuk Peran Kampus Merdeka Dalam Pemberdayaan Perekonomian Desa Melalui G2RT pada Selasa (27/4/2021).

Webinar tersebut digelar oleh Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Sumbawa (UNSA) dan LPPM UNSA bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, serta Sekretariat Global Gotong Royong Tetrapreneur (G2RT) DIY.

Menurut Syafruddin, sumber daya manusia desa itu kaku, sukar menerima perubahan dibandingkan dengan masyarakat kota yang dinamis.

Masyarakat kota lebih mudah menerima hal-hal baru dan melakukan perubahan. Atas dasar itulah, pembangunan desa sangat penting.

Adanya webinar ini, kata Syafruddin, diharapkan akan membuka pengetahuan dan mendorong pemberdayaan masyarakat desa dengan lebih praktis.

Baca juga: Ganjar Ajak Warga Kagama Bantu UMKM di Jateng Supaya Bangkit

Pasalnya, desa sebagai sebuah ekosistem membutuhkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai roda penggerak ekonomi desa.

“BUMDes sebagai badan usaha diharapkan dapat mengolah potensi desa secara inklusif yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing desa menuju peningkatan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Untuk diketahui, webinar ini merupakan komitmen NTB khususnya Sumbawa untuk menjadikan G2RT sebagai salah satu flagship program Pemerintah Daerah sebagaimna di DIY.

Bertindak sebagai moderator, Dr. Subhan Purwadinata, M.E., Dosen Fakultas Ekonomi & Manajemen, Universitas Negeri Sumbawa.

Subhan merupakan salah satu PIC bersama Pemda Sumbawa, serta unsur kelembagaan lainnya untuk bersama-sama menginisiasi G2R Tetrapreneur NTB khususnya di Kabupaten Sumbawa.

Kepala Biro Bina Pemberdayaan Setda DIY, Sukamto S.H., M.H. dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa BUMDes merupakan tulang punggung perekonomian desa.

BUMDes memerlukan formula-formula pemberdayaan masyarakat yang dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien guna mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Menurut Sukamto, G2RT merupakan program yang memuat racikan budaya lokal gotong royong yang disinergikan dengan gerakan wirausaha yang merupakan konsep modern dengan mengusung 4 tahapan.

Baca juga: Teten Masduki Sebut Kagama Inkubasi Bisnis Bisa Mendampingi UMKM Agar Lebih Unggul dan Inovatif