Senin, 27 Mei 2024 | 19:26 WIB

Wadubes Azis Nurwahyudi Menilai Mahasiswa adalah Ujung Tombak Kerja Sama Indonesia-Rusia

Baca juga: KAGAMA Balikpapan dan KAGAMA Care Raih Apresiasi dari PMI Kota Balikpapan

Pada tahun 1950-1960-an banyak sekali mahasiswa Indonesia yang kuliah di Rusia atau Uni Soviet.

Sementara pada periode akhir tahun 1960-an hingga tahun 1995, tidak tercatat adanya pengiriman mahasiswa dari Indonesia ke Rusia.

Baru pada 1996 mahasiswa Indonesia mulai ada yang kuliah di Rusia hingga saat ini.

Hingga tahun ini, tercatat ada 550 orang mahasiswa Indonesia yang tersebar di 33 kota di Rusia.

Sebagian besar dari mahasiswa Indonesia tersebut adalah penerima beasiswa pemerintah Rusia.

Baca juga: KAGAMA Golf Club, Match Play dan Monthly Medal Sore itu…

Sementara itu, terdapat pula mahasiswa warga Rusia yang mempelajari Indonesia, termasuk Bahasa Indonesia di sejumlah perguruan tinggi di Rusia.

Perguruan tinggi tersebut adalah St. Petersburg State University di St. Petersburg, Institute of Asian and African Studies (Moscow State University) dan Moscow State Institute of International Relations (MGIMO University) di Moskow, dan Kazan Federal University di Kazan.

Adapun webinar kali ini diikuti oleh peserta dari Indonesia dan Rusia yang sebagian besar adalah mahasiswa, antara lain dari perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas UPN Yogyakarta.

Selain itu juga perguruan tinggi di Rusia, seperti Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN University) dan Higher School of Economics (HSE) di Moskow dan St. Petersburg State University di St. Petersburg.

Turut pula mengikuti webinar para dosen dari sejumlah perguruan tinggi, pemerhati hubungan Indonesia-Rusia, dan masyarakat umum lainnya. (Ts/-Th)

Baca juga: Ingin Bantu Masyarakat Luas, Ketua KAGAMA Jabar Lulusan Kedokteran Ini Pilih Jadi Birokrat


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA