Langkah Strategis Bupati Muda Mahendrawan Cegah Stunting di Kubu Raya

250

Baca juga: Memulai Bisnis dengan Jualan Jaket Angkatan, Lulusan FISIPOL UGM Ini Sekarang Jadi Sociopreneurship Jempolan

Alumnus S2 Kenotariatan UGM ini menerangkan, penanaman padi turut mendukung program kesehatan Kabupaten Kubu Raya, yakni Selasa-Jum’at (Salju) Terpadu untuk mencegah stunting.

Program ini telah mendapatkan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2020 oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia.

“Kubu Raya jadi satu-satunya kabupaten dari Kalimantan yang menerima penghargaan ini.”

“Pemerintah pusat menilai program ini langsung menyentuh masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.

Secara garis besar, program ini mengarahkan para bidan untuk memberikan pelayanan kesehatan ini di hari Selasa untuk ibu dan anak, termasuk pelayanan ibu hamil dan anak dalam kandungan, serta pada HPK.

Baca juga: Dua Direktur Bappenas Alumnus UGM Jelaskan Arah Kebijakan New Normal di Papua 

Sementara di hari Jum’at, petugas kesehatan langsung mengunjungi ke rumah-rumah untuk melakukan pemeriksaan terkait penyakit menular dan tidak menular.

Di samping itu, beberapa puskesmas di Kubu Raya telah dipasang USG portabel, sehingga seluruh ibu hamil bisa melakukan USG secara gratis. Kubu Raya merupakan daerah pertama di Kalimantan Barat yang menerapkan USG portabel.

“Kita deteksi lagi sejak awal, supaya tidak ada lagi yang terkena stunting. Diberikan nutrisi yang cukup, sehingga bisa lahir dengan sempurna.”

“Semua pemerintah di berbagai level bertanggung jawab dalam pencegahan stunting. Saya harap semuanya punya panggilan nurani untuk menyelesaikan persoalan ini,” jelasnya. (Kn/-Th)

Baca juga: Komoditi Sarang Burung Walet Indonesia Semakin Berjaya di Tiongkok