Presiden Jokowi: Kita Bisa Menjadi Negara Barbar Kalau Membiarkan Persekusi

60
Presiden Joko Widodo menegaskan siap menindak tegas para pelalu persekusi.

MALANG, KAGAMA. “Persekusi adalah perbuatan yang sangat berlawanan dengan azas-azas hukum negara. Jadi perorangan maupun kelompok-kelompok, maupun organisasi apapun, tidak boleh main hakim sendiri, tidak boleh,” ucap Presiden Joko Widodo setelah menyampaikan sambutan di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (3/6/ 2017).

Terlebih lagi bila mengatasnamakan penegakan hukum, “Tidak ada, tidak boleh dan tidak ada. Kita bisa menjadi negara barbar kalau hal seperti ini dibiarkan,” kata Presiden.

Presiden Joko Widodo siap menindak tegas para pelalu persekusi karena sangat bertentangan dengan azas-azas hukum di Tanah Air.
Presiden Joko Widodo siap menindak tegas para pelalu persekusi karena sangat bertentangan dengan azas-azas hukum di Tanah Air.

Presiden menjelaskan bahwa dirinya sudah memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas pelaku persekusi. “Tidak boleh hal-hal seperti itu dibiarkan,” ucap Presiden.

Oleh karenanya, Presiden meminta kepada siapapun, baik individu, kelompok maupun organisasi masyarakat dari kelompok manapun untuk segera menghentikan aksi persekusi. “Hentikan dan semuanya serahkan persoalan-persoalan yang akan datang itu kepada aparat hukum, kepada Kepolisian,” kata Presiden.

Kepala Negara ingin seluruh warga negara merasa aman hidup di Indonesia.
Kepala Negara ingin seluruh warga negara merasa aman hidup di Indonesia.

 

Sumber : Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden