Kamis, 20 Juni 2024 | 18:37 WIB

Budayawan Medis UGM Yakin Indonesia Punya Peluang Bikin Vaksin Covid-19

Baca juga: Gotong Royong Virtual Jadi Alternatif Penyaluran Bantuan Kelompok Terdampak Covid-19

Menurut Darwito, hal itu akan membuat vaksin bisa diterapkan oleh pasien di seluruh dunia.

Di sisi lain, pengembangan suatu inovasi seperti vaksin erat kaitannya dengan adanya suatu hak paten.

Darwito mengatakan, hak paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor (penemu).

Yakni, atas hasil penemuannya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu.

Menurut Darwito, hak paten dilindungi oleh UU No. 13 Tahun 2016. Khusus untuk produk farmasi, hak patennya juga ditetapkan dalam The Agreement on Trade Related Intelectual Property Rights (TRIPs).

Sayangnya, aturan dalam TRIPs ini menjadi penghalang utama bagi negara berkembang untuk menciptakan inovasi vaksin.

Kepentingan bisnis dari negara bermodal besar diduga bisa membuat negara berkembang kalah dalam persaingan.

Baca juga: Fakultas Farmasi UGM Produksi Alat Bantu Deteksi Covid-19

Pasalnya, apabila suatu pihak memenangi hak paten terlebih dahulu, pundi-pundi uang telah menunggu.

Menurut Darwito, suatu vaksin bisa berharga terjangkau jika telah jadi milik umum dan diproduksi di mana-mana.

Hanya, hal itu terjadi bila suatu vaksin telah berumur 20 tahun sejak hak patennya terbit.

“Siapa yang punya modal atau teknologi dia yang menguasai,” tutur Darwito.

“Perlu dicamkan oleh kita semua, hak paten itu sebenarnya terbuka untuk siapa pun.”

“Jika sudah disetujui, maka itu dilindungi. Jika ada orang yang melanggar, ada pidana penjara maupun kurungan,” terang pria yang juga memiliki gelar Sarjana Hukum dari UII ini.

Kendati demikian, Darwito optimistis Indonesia punya peluang mengembangkan vaksin.

Namun, perlu kolaborasi dengan negara lain karena suatu dukungan sangat dibutuhkan.

“Indonesia (PT Biofarma) punya pengalaman membuat vaksin. Kemudian para peneliti dirangkul dan diberi sarana prasarana,” kata Darwito.

“Negara lain juga dirangkul. Indonesia potensi untuk itu, kita bisa bikin vaksin,” pungkasnya. (Ts/-Th)

Baca juga: Aksi Nyata KAGAMA Bontang dalam Menekan Penyebaran Wabah Virus Corona


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA