Dokter THT RSA UGM Bantah Masker Bisa Sebabkan Keracunan Karbondioksida dan Kekurangan Oksigen

454
Dua dokter dari Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM mengonfirmasi bahwa pemakaian masker dalam beraktivitas tidak berbahaya alias aman. Foto: Humas UGM
Dua dokter dari Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM mengonfirmasi bahwa pemakaian masker dalam beraktivitas tidak berbahaya alias aman. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kampanye adaptasi kebiasaan baru (AKB) terus digencarkan Pemerintah guna mencegah penularan virus corona.

AKB salah satunya mendorong agar masyarakat terbiasa menggunakan masker kala beraktivitas di luar. Tak terkecuali ketika sedang olahraga seperti bersepeda atau berlari.

Namun, baru-baru ini masyarakat menerima informasi yang mengatakan bahwa penggunaan masker dapat mengakibatkan keracunan gas karbondioksida (CO2) dan kekurangan oksigen (O2).

Informasi tersebut ramai diperbincangkan setelah beredar melalui media sosial dan grup-grup perpesanan.

Fenomena yang tengah diperbincangkan masyarakat tersebut menarik perhatian bagi Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan-Bedah Kepala Leher Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc, Sp.THT-KL.

Baca juga: Istimewa, Ganjar Pranowo Lantik Pengurus KAGAMA Filsafat di Dunia Maya

Secara tegas, Boni, sapaannya membantah klaim bahwa masker dapat menyebabkan keracunan gas buang pernapasan, yakni karbondioksida, dan kekurangan oksigen.

“Belum ada bukti yang mendukung kalau pemakaian masker berefek negatif seperti mengakibatkan keracunan karbondioksida dan kekurangan oksigen,” kata Boni, Rabu (12/8/2020).

“Penggunaan masker aman bagi kesehatan dan telah dibuktikan oleh para tenaga kesehatan,” terang alumnus Magister Ilmu Kedokteran Klinis UGM angkatan 2008 tersebut.

Bahkan, kata Boni, dalam operasi yang berlangsung hingga bereberapa jam, belum pernah dijumpai kasus baik dokter maupun tenaga medis yang mengalami keracunan karbondioksida.

Kasus kekurangan pasokan oksigen, hingga linglung atau pingsan akibat sirkulasi udara yang kurang lancar karena terhalang masker pun tidak terjadi.

Baca juga: Para Peserta Reuni Dar(l)ing Filsafat UGM ‘Cogito Ergo Zoom’ Kenakan Busana Daerah