Mengatasi Berbagai Masalah yang Dihadapi Saat WFH

2011
Selama WFH, tidak ada kejelasan peran antara sebagai pekerja atau sebagai anggota keluarga. Foto: Ist
Selama WFH, tidak ada kejelasan peran antara sebagai pekerja atau sebagai anggota keluarga. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Work From Home (WFH) yang diberlakukukan perusahaan, menimbulkan sesuatu yang problematis bagi para pekerjanya.

Rumah yang biasanya jadi tempat beristirahat, seketika juga menjadi tempat kerja.

Tak heran bila seringkali kita tiba-tiba sulit membedakan hari libur dan hari kerja.

Dr. Indrayanti, M.Si, mengatakan, selama WFH tidak ada kejelasan peran antara sebagai pekerja atau sebagai anggota keluarga.

“Untuk itu sebaiknya kita melakukan rutinitas seperti waktu bekerja kemarin. Memiliki ruang kerja, berpakaian rapi, membuat agenda harian, dan lain-lain,” jelasya dalam Sharing Session Online, Covid-19 dan Kesehatan Mental pada Orang yang Bekerja.

Acara ini digelar oleh Center for Public Mental Health (CPMH) Psikologi UGM pada Rabu (1/1/2020).

Dr. Indrayanti, M.Si. Foto: UGM
Dr. Indrayanti, M.Si. Foto: UGM

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan pada Limbah Medis Covid-19?

Alokasi waktu delapan jam kerja, kata Indrayanti perlu dikelola, serta didiskusikan bersama keluarga dan kantor.

“Jadi, nanti ada kesepakatan dan kesepakatan itu tentu untuk meminimalkan konflik,” ujar Indrayanti.

Selain itu, alokasi waktu untuk diri sendiri juga sangat perlu, bahkan di luar darurat Covid-19.

Ini sebagai upaya untuk melepaskan ketrgangan-ketegangan yang ada dalam pikiran, perasaan, dan mental.

Apalagi saat bekerja, pikiran, perasaan, dan mental sangat kencang, sehingga menurut Indrayanti hal-hal tersebut perlu dilepaskan.

Baca juga: Batch Pertama Sumbangan Sembako KAGAMA Pertanian Rampung, Mahasiswa Farmasi UGM Kaget Dapat Paket