Jagongan Perdana KAGAMA Canberra: Dibuka dengan Stunting, Ditutup dengan Nasi Brongkos

437

Baca juga: Anjangsana ke Australia, PP KAGAMA Lantik Ketua Baru KAGAMA Canberra

“Selain itu, orang tua sekarang lebih condong memberi cemilan pada anak-anak mereka yang justru memicu obesitas dan kekerdilan,” lanjutnya.

Melihat kondisi tersebut, Elan memandang perlu adanya advokasi soal stunting.

Baik itu di level pemerintah maupun masyarakat agar semuanya bisa bersinergi guna mencari solusi.

Setelah mendengar hal berbobot mengenai stunting, para anggota KAGAMA Canberra tak lupa mengisi perut dengan sajian yang sudah disiapkan.

Mereka pun menyantap sajian utama nasi brongkos dari Eni Martina.

Baca juga: KAGAMA Yuk Motret Kunjungi Bendungan Kering Pertama di Indonesia

Ada juga pudding dari Lila Sari dan makanan/minuman lain yang dihadirkan secara potluck party (pesta tukar-menukar jajan).

Dipilihnya sayur brongkos sebagai menu ternyata memiliki maksud tertentu.

Hal itu untuk mengobati kerinduan terhadap kampung halaman bagi alumni UGM yang kini merantau ke Canberra demi studi.

Ketua KAGAMA Canberra, Wasisto Raharjo Jati mengatakan, Jagongan merupakan salah satu progam kerja kepengurusan KAGAMA Canberra untuk menambah suasana guyub dan gayeng bagi sesama alumni UGM di Canberra.

“Ke depan, kami harap figur-figur alumni UGM lain yang datang dari Indonesia bersedia untuk srawung dan njagong dengan para anggota KAGAMA Canberra yang kurang lebih 60 orang,” pungkas Wasisto. (Ts/-Th)

Baca juga: Semringah Peneliti Alumnus DPP UGM Sarapan Bareng Presiden Jokowi dan KAGAMA di Canberra