Jagongan Perdana KAGAMA Canberra: Dibuka dengan Stunting, Ditutup dengan Nasi Brongkos

437

Baca juga: 30 Tahun Mengabdi, Ketua KAGAMA Sleman Sebut Alumni UGM Low Profile Sejak Dulu

Dia mengatakan bahwa jumlah anak stunting di Indonesia disumbang oleh balita sebesar 37 persen.

Menurutnya, jumlah tersebut termasuk kategori tinggi.

Padahal, status Indonesia adalah negara ekonomi menenah.

Karena itu, jumlah anak stunting  di Indonesia sebanding dengan di Afrika dan Asia Selatan.

Sementara itu, katanya, di lingkup Asia Tenggara, Indonesia sejajar dengan Kamboja dan Timor Leste.

Baca juga: KAGAMA Peternakan Dilantik di Kandang Ayam, Berikut Susunan Pengurusnya

Lebih jauh lagi, Elan menilai stunting tidak melulu masalah kekerdilan pada pola tumbuh anak.

Namun, pada masalah budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia.

Bagi Elan, hal rawan yang berimbas pada stunting adalah keseimbangan gizi sejak kecil.

Jika gizi tidak dijaga seimbang, hal itu bisa memicu pola pertumbuhan anak yang tidak proporsional.

“Konsumsi sayur Indonesia memang tinggi, tetapi konsumsi daging per kapita rendah,” tutur Elan.

Baca juga: Cerita Ari Dwipayana Koordinatori Staf Khusus Milenial Sampai Siapkan Pidato Presiden