Lowkol, Inovasi Susu Probiotik Penurun Kolesterol Karya UGM

1072
Produk Susu Lowkol merupakan hasil kombinasi riset Dr. Widodo, M.Sc tentang mikrobiologi, ilmu pangan dan teknologi susu. Foto: BTW Studio
Produk Susu Lowkol merupakan hasil kombinasi riset Dr. Widodo, M.Sc tentang mikrobiologi, ilmu pangan dan teknologi susu. Foto: BTW Studio

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Susu menjadi salah satu sumber nutrisi yang penting bagi manusia.

Dosen Fakultas Peternakan UGM Dr. Widodo, M.Sc, dalam acara puncak Dies Natalis UGM ke-70, meluncurkan produk susu Low Kolesterol (Lowkol),

Dia menelitinya sejak tahun 2009 dan produknya sudah mendapatkan hak paten pada 2018.

Widodo menjelaskan, susu Lowkol merupakan produk pangan yang dikembangkan untuk kesehatan.

”Susu ini tetap bahan pangan, cuma bermanfaat bagi aspek kesehatan. Tidak bisa diklaim sebagai obat,” ujar Widodo saat ditemui KAGAMA belum lama ini.

Susu Lowkol dibuat dengan menggunakan bakteri baik (probiotik) yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan.

Ide dasar membuat produk ini berawal dari ASI yang mengandung human-milk oligosaccharides (HMOs).

UGM ke depan perlu semakin mengembangkan mata kuliah lintas disiplin ilmu untuk mendukung munculnya bidang keilmuan baru yang strategik bagi bangsa. Foto: Sindung Tjahyadi
UGM ke depan perlu semakin mengembangkan mata kuliah lintas disiplin ilmu untuk mendukung munculnya bidang keilmuan baru yang strategik bagi bangsa. Foto: Sindung Tjahyadi

Baca juga: KAFEGAMA NTB Launching 2 Startup Binaan untuk Tantang Era Ekonomi Digital

Kandungan HMOs diketahui memacu bakteri baik (probiotik) dan sistem imunitas pada bayi.

Dengan demikian, bayi yang minum ASI dalam pencernaannya banyak mengandung probiotik.

Menurut Widodo, ASI sangat berharga bagi manusia.

Bakteri baik sisa pencernaan bayi umur 1 bulan yang minum ASI, kemudian digunakan sebagai sumber probiotik untuk membuat susu Lowkol.

ASI sangat baik bagi sistem pencernaan bayi yang belum berkembang. Bayi belum bisa diberikan nutrisi lain selain ASI.

”Dalam konteks ilmu mikrobiologi, ASI memacu bakteri baik membantu kesehatan sistem pencernaan, yang kemudian berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan,” ujarnya.

Salah satu tema yang sekarang dikaji oleh Widodo adalah komposisi mikrobia dalam perut.

Baca juga: Tim KKN-PPM UGM Gelar Acara untuk Siapkan Samboja sebaga Ibu Kota Indonesia