Senin, 27 Mei 2024 | 20:20 WIB

Mengapa Pembeli Tertarik Belanja Online?

Baca juga: Trik Berhemat Gunakan Dompet Digital

Lantaran peningkatan transaksi yang sangat cepat, peneliti mengungkapkan bahwa para penjual daring  perlu memahami soal strategi yang tepat untuk bertahan di dunia perdagangan daring.

Strategi tersebut penting karena dalam dunia jual-beli daring, tentu ada kompetisi yang sangat ketat demi menarik pembeli.

Dengan menggunakan model PVT (Process Virtualization Theory) peneliti kemudian mencoba mencari faktor yang menyebabkan pembeli melakukan belanja daring.

Model PVT adalah  model yang dapat digunakan untuk mencari tahu bahwa sebuah proses dapat diterima  secara virtual dan cara teknologi informasi  untuk mendukung proses virtual tersebut.

Peneliti kemudian menyebar kuesioner guna mendapatkan hasil penelitian baik secara langsung atau melalui surat elektronik dengan pertanyaan terbuka.

Baca juga: Diet Gawai? Bisa Kok!

Dari 241 responden yang terdiri 100 orang laki-laki dan 141 perempuan, sebagian besar pelaku belanja daring berusia  antara 21 hingga 25 tahun dengan kebanyakan bekerja di sektor swasta.

Responden juga merupakan pengguna belanja daring yang cukup intens, yang setidaknya melakukan pembelian barang sebanyak 5-15 kali dalam satu bulan.

Meskipun melakukan pembelian dalam jumlah yang besar setiap bulan, pembeli daring diungkapkan peneliti merupakan konsumen yang takut dengan risiko.

Pasalnya, mereka masih mengharapkan harga yang lebih rendah dibandingkan toko konvensional.

Sementara ketika harga di pasar daring masih sangat tinggi, pembeli lebih memilih untuk melakukan pembelian di toko konvensional atau pusat perbelanjaan.

Baca juga: FK-KMK UGM Gelar Konser Kings of Classic untuk Bangun Rumah Singgah Penderita Kanker

Alasannya, di toko konvensional, dengan harga yang tinggi mereka masih dapat melakukan pengecekan barang, sehingga tak akan tertipu ketika membeli barang dengan harga yang relatif tinggi.

Namun demikian, konsumen justru tak memedulikan merk barang dan sebaliknya para konsumen belanja daring mementingkan soal kualitias barang .

Guna mengukur kualitas barang yang dijual secara daring, konsumen mempertimbangkan deskripsi yang ditampilkan penjual.

Terlebih lagi ketika ada review positif dari pembeli sebelumnya.

Informasi tentang spesifikasi barang juga masih diperlukan oleh pembeli demi mendapatkan barang yang paling baik.

Selain itu, konsumen menyukai informasi barang dalam bentuk video, daripada dalam gambar dan teks. (Ezra)

Baca juga: Kisah Mencekam Dubes Kenssy Saat Bertugas di Malaysia


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA